29 November, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Dorong Peningkatan PAD, Pemkab Barsel Usul Retribusi Terkait Tenaga Asing

3 min read
Kepala Disnakertrans Barito Selatan Agus In’Yulius (Kiri) bersama Kasi Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Tenaga Kerja Sunawati (engah) usai melaksanakan rapat untuk mengusulkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang retribusi Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA) di Buntok, Senin (2/12/2019). (Foto: ANTARA/Bayu Ilmiawan)

HeloBorneo.com – BUNTOK | Demi mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah, atau PAD, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Selatan (Barsel) melalui salah satu diasnya, yaitu Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) bakal mengusulkan rancangan peraturan daerah (Raperda) terkait tenaga kerja asing (TKA) di wilayah tersebut.

Raperda yang diusulkan yaitu untuk menarik retribusi Izin Mempekerjakan Tenaga Asing, atau IMTA di wilayah Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah (Kalteng).

Malahan, pihak Disnakertrans mengatakan bahwa rencana tersebut telah digagas sejak bulan lalu. “Kami sudah menggagas terkait raperda itu itu sejak Nopember 2019 lalu,” ujar Agus In’Yulius, sebagaimana dilansir Antara, Senin (2/12/2019) siang.

Agus In’Yulius yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Barito Selatan, di Buntok, mengatakan pihaknya juga telah melaksanakan rapat terkait hal itu dengan asisten Pemerintahan Setda Barito Selatan untuk memunculkan Perda IMTA dan mengusulkan raperdanya pada 2020 mendatang.

Lebih lanjut, Agus mengungkapkan bahwa Barito Selatan sebenarnya sudah membuat Perda tentang IMTA. Perda tersebut bernomor 2/2015. Sayangnya, hingga saat ini, Perda tersebut belum dievaluasi oleh Pemerintah Provinsi Kalteng. Akibatnya, Pemkab Barsel tidak bisa menjalankan Perda tersebut. Akibat lanjutannya, Pemkab tidak dapat menarik retribusi yang dimaksud.

“Karena belum di evaluasi, maka Perda tersebut belum bisa diterapkan, sehingga retribusi IMTA nya selama ini ditarik oleh pemerintah provinsi,” jelas Agus.

Usul Perda Baru Mengacu Pada Konsep Perda Lama 

Disnakertrans Barito Selatan akan kembali mengusulkan Perda untuk retribusi IMTA. Rencananya, Perda tersebut akan mengacu pada konsep Perda yang lama. Selain itu, anggaran pembuatan Perda sudah dianggarkan melalui APBD 2020 mendatang.

Sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20/2018 dan Permenaker Nomor 10/2018 tentang Tenaga Kerja Asing (TKA) bahwa retribusi mempekerjakan tenaga kerja asing itu sebesar 100 dollar per orang per bulan. Agus mengungkapkan, berdasarkan data di Disnakertrans Barito Selatan, jumlah tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja pada perusahaan yang berinvestasi di Barsel sejak 2018 hingga 2019 berjumlah 15 orang.

Menurut perhitungan Agus, potensi pemasukan dari retribusi IMTA dapat menyentuh angka 1,5 milyar Rupiah. Itulah sebabnya, pihaknya berkomitmen serius menggarap Perda tersebut agar dapat meningkatkan PAD.

“Bayangkan saja, kalau 10 orang TKA yang bekerja di Barito Selatan, dan apabila dikalikan selama 10 bulan, maka retribusi pemasukan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) nya sebesar Rp 1, 3 miliar, dan bila dikalikan selama 1 tahun maka pemasukannya bisa mencapai 1, 5 miliar. Apalagi kalau jumlah TKA nya 15 orang, maka pemasukannya akan
bertambah besar lagi dari jumlah tersebut,” jelas Agus In’Yulius.

Sebagai informasi, walau jumlah TKA yang bekerja di Barito Selatan sejak 2018 lalu sebanyak 15 orang, namun ternyata yang aktif bekerja hanya sebanyak empat orang.

Perda Akan Menyesuaikan Dengan Perpres

Sementara itu, Sunawati menambahkan dalam penyusunan Perda tersebut akan disesuaikan dengan Perpres, dan Permenaker dan akan diatur cara pemungutan retribusi dan lainnya dalam perda tersebut.

“Untuk pembayaran retribusi perpanjangan Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing sebesar 100 dollar per orang dalam per bulan, dan sistem pembayaran retribusinya akan dibayar dimuka,” ujar Kasi Penempatan Tenaga Kerja, dan Perluasan Tenaga Kerja pada Disnakertrans Barito Selatan itu.

Berkonsultasi Dengan Pihak Kemenaker 

Agar Perda tentang IMTA ini dapat disetujui DPRD Barito Selatan, pihak Pemkab Barsel pun bergerak cepat. Diantaranya berkonsultasi dengan pihak Kemenaker. Perda ini cukup penting mengingat retribusinya bisa menambah pemasukan PAD Barito Selatan.

Terkait hal ini, pada 15 November lalu pihak Disnakertrans Barsel melalui kasi yang membidangi tenaga kerja, juga sudah mengadakan pertemuan dengan Kasubdit penempatan Tenaga Kerja Asing Dirjen Ketenagakerjaan di Jakarta.

Berdasarkan hasil kesepakatan dalam pertemuan tersebut bahwa untuk mengajukan perpanjangan kerja TKA ini retribusinya bisa langsung dibayarkan ke Kas Daerah melalui rekening yang ditunjuk dengan syarat apabila sudah mempunyai Perda terkait hal itu.

“Artinya, retribusi ini akan masuk ke kas daerah, asalkan kita sudah memiliki Perda tentang Izin Mempekerjakan Tenaga Asing,” pungkas Agus In’Yulius. (HB)

 

 

Bagi artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *