20 September, 2021

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Ngeri! Teror Buaya Sungai Mentaya, Seorang Nenek Diserang Hingga Tangannya Putus

buaya sungai mentaya
HeloBorneo.com – Ilustrasi: Komandan Jaga BKSDA Kalteng Pos Sampit, Muriansyah memeriksa lokasi buaya menyerang seorang bocah di Sungai Hambawang Desa Ganepo Kecamatan Seranau, Kamis (31/12/2020) (Foto: ANTARA/HO-BKSDA Pos Sampit)

SAMPIT | Teror buaya Sungai Mentaya kembali makan korban. Akibatnya, warga yang bermukim di pinggiran Sungai Mentaya, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah (Kalteng), tak lagi berani beraktivitas di sungai tersebut.

Keengganan warga melakukan kegiatan di sekitar Sungai Mentaya menyusul serangan buaya yang menimpa salah satu warga. Kuat dugaan, buaya ganas tersebut berasal dari Pulau Lepeh dan Hanaut Kecamatan Mentaya Hilir Selatan.

Sebelumnya, diberitakan ada seorang bocah berumur 10 tahun. Teror buaya Sungai Mentaya yang terjadi pada Rabu (30/12/2020) menimpa seorang bocah bernama Aditia yang diserang saat tengah mandi di Sungai Hambawang anak Sungai Mentaya, bersama teman-temannya. Walau selamat, bocah itu mengalami luka gigitan buaya.

Korban terbaru teror buaya Sungai Mentaya

Lalu, berikutnya, teror buaya Sungai Mentaya menimpa Bahriah (74), seorang nenek yang merupakan warga Pelangsian dan tinggal di bantaran Sungai sekitar Pasar Pelangsian, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kotim.

Bahriah diserang buaya pada Jumat (1/1/2021) malam sekitar pukul 23.30 WIB. Saat kejadian pada tengah malam ketika korban melintas di jembatan penghubung antara rumahnya ke jamban.

Akibatnya, nenek yang saat itu tinggal seorang diri di rumahnya mengalami putus tangan kiri akibat disambar buaya. Kakinya pun patah karena tubuhnya sempat diseret buaya hingga masuk ke dalam sungai. “Saat ini beliau masih di rawat di RS Murjani Sampit,” ujar Kades Pelangsian, Ismail, Sabtu (2/1/2021) sore, sebagaimana dilansir dari Tribun.

Kondisi luka Bahriah pun diterangkan oleh sang cucu. “Selain tangan kiri putus, kaki nenek saya juga patah. Saat ini beliau masih dirawat di RSUD dr Murjani Sampit,” kata Zulkifli, cucu korban di Sampit, Sabtu (3/1/2021), dilansir dari Antara.

“Buaya menyerang saat air pasang hingga mencapai jembatan arah ke jamban di rumah korban, tiba-tiba korban di serang hingga jatuh ke sungai, lengan kiri korban sempat putus kemudian buaya kabur dan warga berdatangan menolong ke TKP saat korban berteriak,” lanjut Ismail.

Terkait insiden teror buaya Sungai Mentaya terkini, Ismail meminta warga yang tinggal di bantaran Sungai Mentaya, Sampit, untuk berhati-hati. “Kami mengimbau agar warga hati-hati melakukan aktifitas di sungai karena saat air pasang dan malam hari atau subuh rawan serangan buaya muara,” pungkasnya. (*) [HeloBorneo.com]

 

Bagi artikel ini
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    1
    Share