29 September, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Bertahan dari Virus Corona, Mahasiswa Kalteng di China Butuh Masker dan Makanan

2 min read
Bertahan dari Virus Corona
HeloBorneo.com – Ilustrasi: Virus Corona. (Foto: wdtv.com)

SAMPIT | Bertahan dari Virus Corona menjadi kenyataan yang harus dihadapi oleh para warga yang terkurung di kota-kota yang ditutup oleh pemerintah China. Termasuk para WNI yang sedang berada di sana.

Mahasiswa asal Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) yang sedang menimba ilmu di China berbagi serita tentang perjuangan mereka bertahan dari virus Corona. Mereka membutuhkan bantuan masker untuk mencegah tertular virus Corona baru. Tak hanya itu, mereka juga membutuhkan makanan untuk bertahan melewati situasi ini.

Dilansir dari Antara, Rabu (29/1/2020), para mahasiswa mengatakan makanan dan masker semakin sulit didapat. “Yang sangat dibutuhkan saat ini adalah masker karena semakin sulit didapat. Kalau pun ada harganya sudah naik hingga empat kali lipat dari harga biasa. Bahkan ada teman sesama dari Indonesia tapi dari daerah lain, yang sampai menggunakan pembalut untuk menutup mulut dan hidung karena kehabisan masker,” ujar Khairul Anwar, mahasiswa asal Kalimantan Tengah yang sedang kuliah di China.

Ketika dihubungi dari Sampit, Rabu (29/1/2020), Khairul mengungkapkan suka dukanya. Khairul Anwar adalah mahasiswa asal Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur. Ia adalah alumni Pondok Pesantren Modern Darul Hijrah Martapura angkatan 23 reagalizre. Saat ini, Khairul merupakan mahasiswa semester 6 Nanjing University Finance and Economics Jurusan International Trade.

Penyebaran Virus Corona Cukup Parah

Bertahan dari Virus Corona
HeloBorneo.com – Khairul Anwar, mahasiswa asal Kecamatan Parenggean Kabupaten Kotawaringin Timur yang sedang menimba ilmu di Nanjing Provinsi Jiangsu China. (Foto: ANTARA/HO)

Menurut Khairul, data sementara tercatat ada 11 mahasiswa asal Kalimantan Tengah yang kuliah di China. Angka itu sudah termasuk di Nanjing. Namun jumlah itu diperkirakan bertambah karena pendataan masih dilakukan.

Letak Nanjing Provinsi Jiangsu memang cukup jauh dengan Wuhan. Kota wuhan merupakan daerah terparah penyebaran dan penderita virus Corona baru. Namun, penyebaran virus mematikan kini juga sudah sampai ke Nanjing. Itulah sebabnya penduduk daerah itu harus meningkatkan kewaspadaan.

Khairul menyebutkan informasi yang didapatnya. Hingga saat dia mengabarkan, jumlah warga yang sudah terjangkit virus corona baru itu sekitar 6.000 orang. Sementara jumlah suspect atau terduga sekitar 10.000 orang. Penderita meninggal dunia sudah 139 orang.

Saat ini dikabarkan sudah ada 14 penduduk Nanjing yang terjangkit virus corona baru. Hal itulah yang membuat penduduk di daerah itu semakin waspada terhadap penyebaran virus mematikan tersebut. Suasana Nanjing jauh lebih sepi dibanding biasanya. Hal itu karena memang sedang masa libur Imlek dan musim dingin hingga pertengahan Februari 2020. Juga akibat semakin parahnya penularan virus Corona baru menyebabkan warga memilih lebih banyak berada di rumah.

Mohon Doa

Khairul dan rekan-rekannya yang menempati asrama yang berada di belakang kampus, biasanya baru ke luar tiga atau empat hari sekali ketika hendak membeli makanan.

Bersama teman-temannya, ia memohon doa seluruh masyarakat Kalimantan Tengah agar musibah ini segera
berakhir. Dia memohon didoakan agar warga negara Indonesia, khususnya dari Kalimantan Tengah, terlebih dari Kotawaringin Timur agar selalu sehat dan terhindar dari virus mematikan tersebut. (*) [HeloBorneo.com


| #coronarovirus #coronavirus #viruscorona #VirusChina #2019nCoV #CoronaOutbreak #TolakSementaraTurisChina |

 

Bagi artikel ini
  • 10
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    10
    Shares