1 October, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Waspada! Malaysia Deteksi 4 Kasus Virus Corona, Kaltara Tingkatkan Pengamanan

2 min read

[pl_row]
[pl_col col=12]
[pl_text]

Malaysia deteksi 4 kasus virus Corona
HeloBorneo.com – Ilustrasi: Petugas kesehatan Malaysia dikerahkan di Bandara Internasional Kuala Lumpur di Sepang pada hari Selasa (21/1/2020) lalu, karena pihak berwenang meningkatkan tindakan terhadap virus Corona. (Foto: aljazeera.com/Mohd Rasfan/AFP)

TANJUNG SELOR | Malaysia deteksi 4 kasus virus Corona. Hal ini memaksa Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara wajib meningkatkan kewaspadaan terkait penyebaran virus mematikan itu di wilayahnya. Pasalnya, wilayah Kaltara berbatasan langsung dengan Malaysia.

Hal ini mencuat menyusul pengumuman Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM) yang mengabarkan bahwa terdeteksi empat warga China di Malaysia yang terinfeksi virus corona.

Melalui laman media sosial KKM di twitter, @KKMPutrajaya, pihak Kementerian Kesehatan Malaysia mengabarkan situasi terkini. KKM mengatakan telah positif terdeteksi 4 kasus warga China yang terinveksi virus Corona. Selanjutnya, pihak KKM masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap seorang anak yang juga warga China.

“Situasi terkini jangkitan novel coronavirus atau 2019nCoV di Malaysia. Setakat ini, 4 kes disahkan positif dan kesemuanya warga China. KKM masih menunggu hasil ujian makmal terhadap seorang lagi kanak-kanak dari China,” jelas pihak KKM.

Wajib Waspada

Menanggapi temuan Malaysia deteksi 4 kasus virus Corona itu, Kaltara wajib lebih meningkatkan kewaspadaan karena daerahnya berbatasan langsung dengan negeri jiran itu. Hal tersebut diungkapkan Rahman, seorang  warga di Tanjung Selor, Bulungan. Rahman mengatakan, daerahnya berbatasan langsung dengan Sabah dan Serawak Malaysia.

“Kita di Kaltara harus meningkatkan kewaspadaan karena berbatasan langsung dengan Sabah dan Serawak.
Harus ada langkah pengamanan strategis, mengingat banyak pintu keluar masuk dari dan ke Kaltara dari Serawak dan Sabah,” kata Rahman seperti dilansir dari Antara, Minggu (26/1/2020).

Menurut penuturan warga, Kaltara memiliki banyak pintu keluar masuk ilegal atau “jalan tikus”. Pintu masuk ilegal ini seringkali dipakai oknum untuk berbagai aksi penyelundupan. Karena itu, perlu tingkat keamanan di area tersebut patut ditingkatkan. Pasalnya, bukan tidak mungkin terdapat barang-barang ilegal yang sudah terpapar virus tersebut. Dan juga oknum penyelundup pun memiliki potensi risiko yang sama.

Menghadapi perkembangan terkini, peran pengawasan kian berat. Tidak hanya sekedar mengatasi aksi ilegal yang merugikan negara, namun juga meningkatkan fungsi pengawasan kesehatan terkait penyebaran virus Corona. (*) [HeloBorneo.com


| #coronarovirus #coronavirus #viruscorona #VirusChina #2019nCoV #CoronaOutbreak #TolakSementaraTurisChina |

 
[/pl_text]
[/pl_col]
[/pl_row]

Bagi artikel ini
  • 29
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    29
    Shares