17 May, 2022

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Solusi Hindari Kapal Angkut Barang Kandas, Gubernur Zainal Paliwang Cari Lokasi Pengganti Pelabuhan Peti Kemas Kayan I

Gubernur Zainal Paliwang bergerak cepat mencari solusi agar kedepannya tidak lagi terjadi kapal-kapal barang mengalami kandas di Sungai Kayan. Dia ingin memastikan kelancaran distribusi barang dan transportasi sungai di wilayah Kalimantan Utara.

_____________________________________________

Gubernur Zainal Paliwang
Gubernur Zainal Paliwang bergerak cepat mencari solusi agar kedepannya tidak lagi terjadi kapal-kapal barang mengalami kandas di Sungai Kayan. Dia ingin memastikan kelancaran distribusi barang dan transportasi sungai di wilayah Kalimantan Utara. | HeloBorneo.com — Gubernur Zainal Paliwang meninjau lokasi pengganti pelabuhan peti kemas. (Foto: Humas Pemprov Kaltara)

 

TANJUNG SELOR | Seusai menerima beberapa audiensi, Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Zainal A. Paliwang mendatangi langsung kapal peti kemas yang selama empat hari kandas di sungai Kayan disebabkan oleh tingginya sedimentasi atau endapan batuan dan lumpur.

Gubernur Kaltara itu menggunakan kapal motor cepat, dan menghampiri serta menyapa para awak kapal yang sedang sibuk memindahkan angkutannya ke kapal yang lebih kecil.

Zainal Arifin Paliwang sempat berbincang dan menanyakan perihal kandasnya kapal peti kemas tersebut pada awak kapal. Sebagai solusi, Gubernur Zainal menyampaikan rencananya untuk membangun pelabuhan peti kemas pada lokasi baru, Selasa (18/01/2022).

Berdasarkan rilis yang diterima Tim Pewarta HeloBorneo.com pada Rabu (19/01/2022), Gubernur Zainal Paliwang berencana membangun pelabuhan di lokasi yang lebih baik.

“Ya ini rencana membangun pelabuhan ke depan di lokasi yang lebih baik. Kita tidak mau membuat satu pelabuhan yang hanya bisa digunakan jangka pendek. Kita harus membuat pelabuhan yang bisa kita gunakan jangka panjang sehingga kita tidak lagi melihat seperti yang kita lihat seperti sekarang ini sampai empat hari mereka (kapal peti kemas, red) disini kandas,” ungkap Gubernur Zainal.

Gubernur Zainal Paliwang langsung tinjau lokasi pengganti

Didampingi Kepala Dinas Perhubungan, Ahmad Haerani dirinya langsung meninjau lokasi-lokasi di Bulungan yang berpotensi menggantikan pelabuhan peti kemas Kayan I. Gubernur menjelaskan kelayakan lokasi yang telah dikunjunginya di sepanjang Sungai Kayan itu.

“Kita ukur kedalaman sepanjang 300 meter, itu bervariasi ada yang 14 meter ada yang 17 meter ada yang 12 meter, itu pada saat air surut dan itu sudah layak untuk kapal-kapal barang yang panjangnya 80 meter,” jelasnya.

Gubernur memaparkan semua barang-barang yang menjadi kebutuhan masyarakat Kaltara mampu ditampung di pelabuhan baru tersebut nantinya.

“Semua barang-barang yang menjadi kebutuhan Kaltara bisa (ditampung-red), baik itu kain, perabot, semen dan sebagainya bisa masuk,” tambahnya.

Pastikan kelancaran distribusi barang dan transportasi

Gubernur optimis memastikan kelancaran lalu lintas barang di Kaltara melalui jalur sungai atau air tidak lagi terganggu dengan adanya pelabuhan baru yang direncanakannya tersebut.

“Jadi memang alur kapal-kapal ini banyak yang dangkal, manakala air surut seperti sekarang ini ada beberapa lokasi kapal itu bisa kandas tetapi di jalur yang sudah kita cek tadi itu sudah dekat dengan muara, sehingga insyaALLAH tidak ada lagi kasus-kasus seperti kapal kandas menunggu air tinggi baru bisa bergerak,” tambahnya

Untuk penamaan Gubernur Zainal mengungkapkan menjadi perihal nomor sekian, yang terpenting baginya segera terwujudnya pelabuhan peti kemas yang lebih layak bagi masyarakat Kaltara yang segera dimulai tahun ini.

“Untuk nama urusan ke-20, yang penting pelabuhan itu jadi dulu. Tahun ini dimulai, target tahun 2023 selesai,” pungkas orang nomor satu di Kaltara tersebut.

Prospek lokasi pengganti

Sementara itu Ahmad Haerani mengungkapkan beberapa lokasi yang didatangi Gubernur sudah cukup lebar sehingga leluasa untuk melakukan pergerakan kapal-kapal.

“Secara teknis lainnya, masih melalui kajian tapi secara kasat mata diukur kedalaman rata-rata sudah di atas 7 meter, sudah memenuhi untuk pelabuhan,” ucapnya.

Haerani mengungkapkan ketidaklayakan pelabuhan Kayan I selain sedimentasi juga diakibatkan ramainya arus lalu lintas transportasi sungai di kawasan pelabuhan saat ini.

“Selain masuk ke dalam dan endapannya tinggi, jalurnya juga sudah ramai lalu lintas masyarakat. Sering kapal-kapal kandas ini menjadi kendala bagi kapal yang masuk ke Kayan I menambah biaya untuk memindahkan angkutan ke kapal yang lebih kecil dan memperlambat waktu (pendistribusian, red),” tambahnya.

Selain pelabuhan bongkar muat dan peti kemas, ke depan yang baru jika memungkinkan akan membuka pelabuhan transportasi bagi masyarakat dan terbuka bagi para investor yang bergerak pada moda angkutan sungai/laut.

“Kalau ada nanti kapal penumpang yang mau masuk, nanti disediakan terminal bagi penumpangnya,” pungkas Haerani. (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini