22 January, 2021

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Pembelajaran Tatap Muka, Pemkot Tarakan Tunggu Kesiapan Sekolah

2 min read
pembelajaran tatap muka
HeloBorneo.com – Wali Kota Tarakan memberikan update terkait persiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tahun ajaran 2020/2021. (Foto: Ist/Antara)

TARAKAN | Pembelajaran Tatap Muka, atau PTM, menjadi kegiatan yang menanti kesiapan pihak sekolah sebelum diputuskan untuk dapat dilaksanakan di Kota Tarakan.

Pemerintah Kota Tarakan mengutarakan, bahwa kesiapan tiap-tiap sekolah yang akan melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada tahun ajaran 2020/2021 bergantung pada kesiapan sekolah, terutama fasilitas penunjang protokol Kesehatan.

Wali Kota Tarakan, Khairul, meminta pihak sekolah mencermati SKB empat menteri terkait assessment kesiapan sekolah terkait pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

“Saya minta mereka (pihak sekolah) memasukan hasil assessment kesiapan masing-masing sekolah berdasarkan SKB empat Menteri,” ujarnya di Tarakan, Kaltara, Sabtu (2/1/2021) sebagaimana dilansir dari Antara.

Tahapan Proses pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka di Tarakan

Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pun harus melalui beberapa tahapan sebelum dapat digelar oleh sekolah-sekolah.

Pertama, dengan memasukkan hasil assessment kesiapan masing-masing sekolah berdasarkan SKB empat Menteri. Setelah itu, proses pemeriksaan oleh Satuan Tugas di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdik) untuk melihat apakah yang pemenuhan kesiapan sesuai SKB empat MEnteri yang sudah dinyatakan oleh sekolah sesuai dengan fakta di lapangan.

Kemudian pihak sekolah ditugaskan untuk menanyakan kepada orang tua siswa yang setuju mengikuti PTM untuk memenuhi persyaratan.

“Misalnya mengantar jemput anaknya, menyiapkan makanan yang dibawa dari rumah karena kantin tidak boleh dibuka. Lalu juga memberikan informasi yang harus disampaikan,” kata Khairul.

Kemudian data terkumpul dari orang tua siswa yang setuju PTM, maka Satgas Disdik menyampaikannya kepada Wali Kota. Selanjutnya data tersebut akan disinkronkan dengan jumlah data kasus COVID-19 yang ada. Untuk menetapkan kapan PTM dilaksanakan.

Sekolah harus menyiapkan fasilitas seperti tempat mencuci tangan dengan air mengalir, hand sanitizer, tidak terjadi kerumunan dengan mengatur antrian orang datang dan pulang sekolah.

Hal itu, harus disampaikan ke Satgas Disdik kemudian dinilai dan dilakukan simulasi di lapangan. Untuk memastikan apakah sekolah tersebut dapat melaksanakan PTM.

Wali Kota mengatakan bahwa tidak ada kepastian pandemi ini akan berakhir pada tahun ini, tidak tahu sampai kapan pandemi ini akan berakhir, adaptasi kebiasaan baru diperlukan saat ini.

PTM tahun ajaran 2020/2021 ini perlu kesiapan dan dukungan dari berbagai pihak, terutama pihak sekolah maupun orang tua siswa dalam mendukung penerapan protokol kesehatan di lingkungan sekolah.

Pemkot Tarakan akan tetap memonitoring dan mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran ini secara menyeluruh”, tambahnya.

Dijelaskan bahwa tidak ada paksaan kepada siswa maupun orang tua siswa untuk mengikuti pembelajaran offline tersebut. Siswa yang dapat mengikuti pembelajaran offline di sekolah adalah yang telah mendapatkan persetujuan dari orang tua siswa. Bagi orang tua yang masih keberatan, maka siswa tetap melakukan kegiatan belajar-mengajar online seperti saat ini.

Masih belajar secara daring

Khairul mengatakan bahwa pada hari Senin (4/1), kegiatan pendidikan dan pembelajaran untuk siswa SD dan SMP di Kota Tarakan masih menggunakan proses pembelajaran secara daring. Proses ini akan terus dilakukan sambil menunggu kesiapan sekolah dan orang tua murid serta situasi terakhir kasus COVID-19.


pembelajaran tatap muka
HeloBorneo.com – Ilustrasi: Proses belajar daring. (net)

“Bisa saja tidak seluruh sekolah offline karena situasi sekolah yang tidak memungkinkan secara fisik sekolahnya,” ujarnya lebih lanjut. (sumber: Antara) (*) [HeloBorneo.com]

 

Bagi artikel ini
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    1
    Share