24 September, 2021

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Warga Temukan 1.201 Peluru di Hutan Kaltara, Ternyata Peninggalan Konfrontasi RI-Malaysia

Penemuan 1.201 peluru di hutan Kaltara bekas peninggalan konfrontasi RI-Malaysia oleh warga yang sedang berburu menjadi perhatian pihak TNI. 

_____________________________________________

konfrontasi RI-Malaysia
HeloBorneo.com — Sejumlah prajurit pos jaga SatgasPamtas RI Malaysia Yonarhanud 16/SBC menunjukkan amunisi yang diduga peninggalan konfrontasi RI Malaysia 1965. (Foto: Dok.Penerangan 16/SBC/3/Kostras/Kompas)

 

NUNUKAN | Sebanyak 1.201 peluru kaliber 7,61 milimeter ditemukan di hutan Kecamatan Lumbis, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Sabtu (6/2/2021). Lokasi penemuan berjarak sekitar 5 kilometer dari Pos Jaga Satuan Tugas Pengaman Perbatasan (Satgas Pamtas) RI – Malaysia.

“Yang kita temukan, lot pelurunya bertuliskan IKA, dan kita duga itu buatan NATO, karena kalau peluru TNI ada logo PT Pindad,” kata Komandan Satgas Pamtas RI – Malaysia Batalyon Pertahanan Udara (Yonarhanud) 16/Sula Bhuana Cakti/3 KOSTRAD Mayor Arh Drian Priyambodo, Minggu (7/2/2021).

Tempat Dropping pasukan Gurkha saat konfrontasi RI-Malaysia

Ditengarai amunisi itu bekas peninggalan konfrontasi RI-Malaysia. Tempat itu diduga sebagai salah satu jalur dropping pasukan Ghurka, saat konfrontasi Indonesia – Malaysia pada 1965.

Bahkan, tidak menutup kemungkinan di lokasi perbukitan tersebut, masih mengubur amunisi tajam dan senjata, yang diduga peninggalan peristiwa konfrontasi RI–Malaysia. “Menurut informasi yang kami terima, memang di sekitar situ banyak ditemukan peluru tajam aktif,” imbuhnya.

Amunisi aktif peninggalan konfrontasi RI-Malaysia itu ditemukan pemburu, dilaporkan oleh tiga orang warga sekitar saat mereka hendak memasang jerat binatang buruan berupa babi dan rusa.

“Ceritanya, para pemburu ini menggali tanah untuk memasang jerat, sebagai jebakan binatang buruan, baru saja tergali sedalam 40 sentimeter, mereka menemukan 10 amunisi aktif itu,” lanjutnya.

Kedekatan masyarakat perbatasan dengan prajurit TNI, menjadikan mereka berinisiatif datang ke Pos Satgas Pamtas dan melaporkan temuan tersebut. Saat prajurit mencoba menggali lebih dalam, ditemukan kembali ribuan amunisi yang diduga menjadi peluru senapan semi otomatis tersebut.

“Total kita temukan 1.201 amunisi, itu masih aktif dan berbahaya, apalagi di wilayah kita, banyak senapan rakitan jenis penabur, kalau diameter lubang senapan sesuai dengan ukuran amunisi yang kita temukan, ditakutkan digunakan masyarakat,” imbuhnya.

Belum ada rencana penggalian

Temuan amunisi tajam tersebut kemudian dikomunikasikan dengan tokoh masyarakat Lumbis bernama Tukang yang disebut sebagai salah satu veteran.  Dia merupakan saksi hidup kejadian konfrontasi RI – Malaysia tahun 1965.


konfrontasi ri-malaysia
HeloBorneo.com — Ilustrasi amunisi peluru. (net)

 

“Dan memang benar, lokasi penemuan amunisi, adalah tempat persembunyian pasukan Gurkha dan pasukan Inggris pada saat zaman konfrontasi dahulu, diduga masih ada sisa-sisa peninggalan konfrontasi RI- Malaysia tahun 1965 di dalam hutan wilayah kecamatan Lumbis Hulu,” tegasnya.

Saat dimintai tanggapan akankah ada penggalian oleh Satgas Pamtas untuk wilayah yang diduga menyimpan banyak benda penuh sejarah konfrontasi 1965, Dansatgas masih menunggu perintah pusat.

“Kita sudah laporkan temuan 1.201 amunisi tajam itu, untuk penggalian, kita sudah meminta agar masyarakat tidak melakukan itu, karena perbukitan rawan longsor, kalau dari kita, menunggu perintah komando atas saja,” katanya. (Sumber: Kompas) (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 9
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    9
    Shares