Sat. Jul 11th, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Kasus Positif Covid-19 Naik, Gubernur Irianto Instruksikan Rapid Test Massal di Kaltara

2 min read
Kasus Positif Covid-19
Gubernur Kaltara Irianto Lambrie memimpin rapat staf di Kantor Gubernur, Tanjung Selor, Senin (4/5/2020). Ia meminta Kepala Dinas Kesehatan Usman membeli alat rapid test dalam jumlah banyak. (Foto: HUMASPROV KALTARA)

TANJUNG SELOR | Kasus positif covid-19 terus naik di Provinsi Kaltara. Menghadapi perkembangan itu, Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie mewacanakan pemberlakuan rapid test secara massal di masyarakat.

Sebagai informasi, kasus Covid-19 di Kaltara terus bertambah. Penambahan itu terjadi di tiga kabupaten dan satu kota di Kaltara. Dalam rapat staf di kantor Gubernur Kaltara, Senin (4/5/2020) kemarin, Gubernur meminta Kepala Dinas Kesehatan Usman membeli alat rapid test dalam jumlah banyak.

Walaupun hasil rapid test bukan merupakan tes akhir, tapi setidaknya, menurut Irianto Lambrie, dapat jadi acuan. “Pak Usman, saya minta tambah rapid test Kalau perlu, kita perlu rapid test massal. Meski itu bukan hasil akhir, paling tidak 40-60 persen diketahui,” demikian ujarnya.

Bahkan, Gubernur menargetkan hal tersebut dapat terwujud pada bulan Mei ini. “Target kita, bulan ini harus jadi. Kalau bisa, telepon Pak Doni (Kepala BNPB dan Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pusat) untuk mengkomunikasikan apa saja yang diperlukan,” jelasnya.

Optimalisasi

Selain itu, Irianto Lambrie minta proses laboratorium uji sampel swab Covid-19 di RSUD Pemprov di Tarakan dioptimalkan. Dengan demikian, hasilnya dapat diketahui lebih cepat.

Gubernur Kaltara ini juga menegaskan agar Dinas Kesehatan melakukan pengadaan barang dan jasa yang tepat dalam penanganan Covid-19.

Harus Disiplin

Irianto Lambrie menekankan pentingnya kedisiplinan menerapkan standar protokol kesehatan. Hal ini penting sebagai upaya meredam penyebaran covid-19. Dirinya mengatakan bahwa perangkat di Lingkungan Pemprov Kaltara harus menjadi contoh penerapan standar kesehatan bagi masyarakat.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan diskriminasi terhadap pasien Covid-19 dan keluarganya. “Jangan ada penolakan pasien positif Covid-19 di Kaltara. Jangan kehilangan akal sehat. Yang penting itu jaga jarak, cuci tangan, dan pakai masker. Lalu juga meningkatkan kekebalan tubuh masing-masing,” tukas Irianto.

(humas) (*) [HeloBorneo.com]

Suka artikel ini? Silakan bagikan melalui media sosial anda: