16 May, 2022

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Kabar Gembira! Atasi Kelangkaan Minyak Goreng, Pemprov Kaltara Datangkan 18 Kontainer

Guna mengatasi kelangkaan minyak goreng, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) bergerak cepat. Belasan kontainer minyak goreng telah dipesan dan akan segera tiba guna memenuhi kebutuhan minyak goreng masyarakat di Kaltara.

_______________________________

kelangkaan minyak goreng
Guna mengatasi kelangkaan minyak goreng, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) bergerak cepat. Belasan kontainer minyak goreng telah dipesan dan akan segera tiba guna memenuhi kebutuhan minyak goreng masyarakat di Kaltara. | HeloBorneo.com — Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Perindagkop-UKM Kaltara, Hasriani. (Foto: Pemprov Kaltara)

 

TANJUNG SELOR | Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Mikro (Disperindagkop-UKM) Kaltara memastikan stok minyak goreng aman untuk kebutuhan masyarakat. Penekanan ini disampaikan langsung oleh pihak Pemprov Kaltara.

“Atas nama Pemprov Kaltara melalui Disprindagkop dan UKM mengimbau pada masyarakat agar tidak panic buying ketersediaan minyak goreng kita Insya Allah aman,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Perindagkop-UKM Kaltara, Hasriani di ruang kerjanya, Selasa (8/3/2022).

Sebanyak 18 kontainer atau 351.000 liter akan segera tiba memenuhi kebutuhan minyak goreng untuk masyarakat Kaltara.

“Dua hari ke depan sudah dalam pengiriman delapan kontainer. Dan sepuluh hari kedepan, menyusul sepuluh kontainer lagi yang akan datang khusus untuk Kaltara,” kata Hasriani.

Kunci menghindari kelangkaan minyak goreng

Menurut Hasriani membeli sesuai kebutuhan dan tidak panik menumpuk stok adalah kunci stabilnya pasar akan suatu kebutuhan pokok.

“Jadi harapan kami dari pemerintah, agar masyarakat membeli sesuai dengan kebutuhan dan tidak usah risau terhadap ketersediaan stok minyak goreng dan kami tetap berkomunikasi dengan Kementerian Perdagangan menyampaikan kepada produsen untuk (penuhi) pendistribusian minyak di Kabupaten/Kota. Jadi sekali lagi untuk masyarakat beli sesuai kebutuhan,” ujarnya.

kelangkaan minyak goreng
HeloBorneo.com — Petugas memeriksa stok minyak goreng. (Foto: Pemprov Kaltara)

 


 

Karena itu Hasriani menyarankan agar masyarakat Kaltara mengurangi konsumsi minyak goreng pada hidangan. Selain menyehatkan, juga merupakan upaya menyiasati penghematan penggunaannya sementara proses pendistribusian yang terus dijalankan oleh pemprov pada ritel lokal maupun modern. Selain itu juga, membeli minyak goreng sesuai kebutuhan keluarga.

“Di toko memang dijatah 1 liter untuk tiap konsumen dan dengan pendistribusian yang ada saya yakin tidak ada kelangkaan. Satu keluarga bisa pakai 1 sampai 2 liter hingga dua minggu lebih. Untuk menjaga kesehatan kita lebih baik konsumsi makanan rebus atau menggunakan margarin/mentega,” ungkap Hasriani.

“Mengubah kebiasaan konsumsi yang cenderung berminyak, kan tidak setiap hari makan gorengan. Ikan bakar dan sayur bening itu lebih enak,” sambung Hasriani.

Sementara untuk UMKM atau pedagang kecil Hasriani mengungkapkan kebutuhan per hari bisa mencapai 5 liter dipastikan aman, sebab, tiap pelaku UMKM telah berlangganan dengan ritel/pengecer jauh sebelum terbatasnya stok minyak goreng dan tidak diperuntukan untuk konsumsi pribadi melainkan untuk menjalankan perekonomian di tingkat masyarakat. (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini