27 November, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Irianto Lambrie Beri Kuliah Umum di Unhas, Bahas Strategi Pembangunan Perbatasan

2 min read
Bahas strategi pembangunan perbatasan
HeloBorneo.com – Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie. (Foto: Tribunkaltim.co/Amiruddin)

TANJUNG SELOR | Bahas strategi pembangunan perbatasan jadi topik yang diangkat Irianto Lambrie. Gubernur Kaltara direncanakan akan memberi kuliah umum di Unhas Makassar guna membahas strategi menata pembangunan di wilayah perbatasan. Irianto Lambrie, dijadwalkan bertandang ke Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), hari Rabu (12/2/2020) ini.

Kunjungan Irianto ke Makassar, untuk menyampaikan kuliah umum di Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas). Kuliah umum bakal dilaksanakan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Unhas.

“Iya, Pak Gubernur akan menyampaikan kuliah umum di Unhas. Kuliah umum itu dalam rangka Dies Natalis ke 59 Fisip Unhas,” kata Humas Pemprov Kaltara, Drajat Mazunus, dilansir dari Tribun.

Membahas Pembangunan Perbatasan

Drajat Mazunus mengatakan bahwa kuliah umum yang akan dibawakan Irianto, terkait “Strategi Menata Pembangunan di Wilayah Perbatasan.”

Sebagaimana diketahui, Provinsi yang dipimpin Irianto Lambrie, memang berbatasan langsung dengan negara lain, seperti Malaysia. “Pak Gubernur akan didampingi sejumlah kepala dinas saat menyampaikan kuliah umumnya,” ujarnya.

Selain memberikan kuliah umum bahas strategi pembangunan perbatasan, mantan Sekda Kaltim tersebut juga bakal memaparkan kondisi pembangunan di Kaltara.

Sekilas Kaltara

Kalimantan Utara (disingkat Kaltara) adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di bagian utara Pulau Kalimantan. Provinsi ini berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia, yaitu Negara Bagian Sabah dan Sarawak. Pusat pemerintahan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) saat ini berada di kecamatan Tanjung Selor. Kota ini bersama dengan pusat pemerintahan Kabupaten Bulungan.

Saat ini Kalimantan Utara merupakan provinsi termuda Indonesia yang resmi disahkan menjadi provinsi dalam rapat paripurna DPR pada tanggal 25 Oktober 2012 berdasarkan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2012.

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menetapkan 11 daerah otonomi baru. Perinciannya yang terdiri atas satu provinsi dan 10 kabupaten, termasuk Kaltara pada hari Senin, 22 April 2013. Bersama dengan penetapan itu, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi waktu itu melantik kepala daerah masing-masing. Irianto Lambire menjadi sosok yang ditunjuk untuk menjadi pejabat Gubernur Kaltara yang turut dilantik saat itu. (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 4
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    4
    Shares