Fri. Jul 10th, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Harga Udang Anjlok, Pemprov Kaltara Cari Solusi

2 min read
harga udang anjlok
HeloBorneo.com – Ilustrasi: udang vaname air tawar. (net)

TANJUNG SELOR | Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara mencari solusi terkait harga udang anjlok. Hal ini untuk menyikapi permasalahan merosotnya harga sebagian besar produk perikanan. Pemprov Kaltara menginisiasi pertemuan antara petambak dengan pihak perusahaan Cold Storage yang dikemas dalam bentuk Forum Group Diskusi (FGD).

Berdasarkan rilis yang diterima Heloborneo.com, Kamis (20/2/2020), anjloknya harga udang dan produk perikanan lainnya dialami hampir di seluruh wilayah Indonesia. Termasuk di Kaltara. FGD ini untuk mencari solusi harga udang yang nilai para petambak terlalu murah. Pada kegiatan tersebut Pemprov Kaltara diwakili Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Amir Bakri, Kepala Disperindakop dan UKM Hartono.

Kegiatan ini digelar di Kantor Badan Penghubung Provinsi Kaltara, Jalan Mulawarman Kota Tarakan, Rabu (19/2/2020) malam. FGD membahas beberapa permasalahan yang dikemukakan pihak petambak. Mulai dari penyebab turunnya harga udang, hingga perbedaan harga udang Kaltara dengan daerah lain. Termasuk dasar penetapan tabel harga dari pabrik.

Akan Mempelajari Tata Niaga Daerah Lain

Menanggapi hal tersebut disepakati bahwa Pemprov Kaltara melalui Disperindagkop akan mempelajari tata niaga di daerah lainnya. Dengan demikian, dapat diambil pertimbangan-pertimbangan untuk bisa diterapkan di Kaltara.

Selain itu, perusahaan Cold Storage menawarkan solusi jangka pendek. Perusahaan mengusulkan petambak langsung menjual hasil budidayanya ke UPI (Unit Pengolahan Ikan) tanpa melalui pos-pos pembelian udang. Hal ini dimaksudkan untuk mempersingkat alur transaksi.

“Semakin pendek alur transaksinya maka akan memangkas biaya yang tidak perlu,” Kata Amir Bakry.
Di UPI, udang petambak akan diteliti ukuran dan kualitasnya. Jika baik, akan diberi tambahan komisi sesuai dua indikator penilaian tersebut.

Banyak Faktor

Ia menambahkan, ada banyak faktor penyebab merosotnya harga udang. Salah satunya, karena 42 persen pasar udang di dunia dikuasai oleh udang jenis Vaname. Dan di satu sisi, harga beli udang Vaname lebih murah.

Selain itu, ekspor udang ke China sementara ini terhenti akibat wabah virus Corona. Sehingga, ekspor menyasar negara selain negara tirai bambu itu.

“Sekitar 70 persen tujuan ekspor udang kita ke Jepang. Sisanya Eropa dan Amerika. Dan di Jepang saat ini juga mengalami permintaan udang dari Indonesia,” ujarnya.

Amir menegaskan, setiap permasalahan yang timbul akan selalu direspon cepat oleh Pemprov Kaltara sesuai tugas dan fungsi serta kewenangannya yang diatur oleh peraturan perundang-undangan. (*) [HeloBorneo.com

Suka artikel ini? Silakan bagikan melalui media sosial anda: