Sat. Jul 11th, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Dokter Terbang Solusi Kesehatan di Perbatasan Kaltara

2 min read
dokter terbang
HeloBorneo.com – Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie saat meninjau pelaksanaan pelayanan Dokter Terbang di Nunukan pada 8 Maret 2020 (Foto: Humas Pemprov Kaltara)

TANJUNG SELOR | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) terus berbenah dan berkembang semenjak berdiri. Tahun 2020 ini menjadi tahun ketujuh peringatan momen bersejarah itu. Pemprov pun terus bergerak membangun provinsi termuda NKRI ini demi kesejahteraan warganya.

Pada RLPPD Provinsi Kaltara Tahun 2019 yang disampaikan Biro Pemerintahan Umum, ada sejumlah capaian pembangunan dalam pemerintahan, khususnya urusan pemerintahan daerah yang diamanatkan dalam UU Nomor 23 Tahun 2014. Dua diantaranya, adalah urusan bidang pendidikan dan kesehatan.

Bidang kesehatan termasuk menjadi perhatian pemprov. Terutama untuk pelayanan kesehatan. Pemprov Kaltara menjalankan program Dokter Terbang, terutama untuk pelayanan daerah terpencil, termasuk juga pembangunan pedesaan dan pembangunan perbatasan di provinsi tersebut.

Untuk 2019, Kaltara menjalankan program Dokter Terbang dimana pasien yang dilayani mencapai 3.329 orang. “Pelayanan dokter terbang dinilai efektif dan tepat sasaran mengingat kondisi geografis Kaltara,” papar Gubernur, sebagaimana keterangan dari Humas Pemprov, (1/5/2020).

Dokter Terbang dan Simas Jempol

dokter terbang
HeloBorneo.com – Dokter dan petugas kesehatan siap terbang ke daerah perbatasan Kaltara. (Foto: Tribunkaltim)

Selain program Dokter Terbang, di bidang kesehatan terdapat juga program sistem informasi jemput pasien miskin online (Simas Jempol), bantuan akomodasi pasien rujukan ke luar Kaltara, kartu Kaltara sehat yang realisasinya sejumah 38.208 orang pada 2019.

Tak hanya dua program kesehatan itu (Dokter Terbang dan Simas Jempol), Pemprov Kaltara juga aktif membangun infrastruktur bidang kesehatan, yaitu pembangunan beberapa rumah sakit di Provinsi Kaltara.

Telah dilakukan pembangunan Rumah Sakit (Type C) yang terdiri dari RS Pratama Sebuku, RS Pratama Long Apung, RS Pratama Sebatik, dan RS Pratama Krayan. Selain rumah sakit, Ada juga pembangunan penunjang fasilitas kesehatan yang terdiri dari Gudang Farmasi, dan Balai Pelatihan Kesehatan.

“Pelayanan di bidang kesehatan difokuskan kepada peningkatan kualitas dan derajat kesehatan masyarakat, khususnya dalam cakupan jumlah tenaga kesehatan, yaitu sejumlah 6.021 tenaga kesehatan atau sebanyak 0,10 persen dari jumlah penduduk Kaltara,” pungkas Irianto. (*) [HeloBorneo.com]

Suka artikel ini? Silakan bagikan melalui media sosial anda: