23 September, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Bikin Bangga Kaltara! Sempat Disangka China, Sosok Bocah di Rupiah Pecahan 75 Ribu Ternyata Asli Suku Tidung

4 min read
Sosok Bocah di Rupiah Pecahan 75 Ribu
HeloBorneo.com – Muhammad Izzam Athaya, bocah yang viral fotonya dikira China di uang 75 ribu (Foto: Facebook Mb Hepiniawan)

 

TARAKAN | Setelah sebelumnya sempat viral karena disangka China, sosok bocah di Rupiah pecahan 75 ribu ternyata asli suku Tidung.

Netizan di media sosial sempat heboh dan mempertanyakan perihal baju adat tradisional yang terpampang di mata uang Rupiah pecahan 75 ribu yang baru saja diterbitkan oleh Bank Indonesia. Tampilannya menyerupai busana tradisional dari China.

Sebagai informasi, uang RP 75 ribu tersebut diterbitkan BI sebagai penanda Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun Republik Indonesia.

Menanggapi tudingan tersebut itu, Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia Marlison Hakim memberikan penjelasan. Dirinya menegaskan bahwa anak yang di gambar paling tengah dalam pecahan Rp 75.000 itu memakai baju adat Suku Tidung, Kalimantan Utara.

Marlison mengungkapkan hal tersebut ketika melakukan konferensi pers di hadapan insan pers secara virtual terkait  Uang Peringatan Kemerdekaan ke-75 Tahun RI, Selasa (18/8/2020).

“Itu adalah pakaian adat dari Kalimantan Utara, baju adat Suku Tidung. Coba carilah di Google, mengenai pakaian adat daerah Suku Tidung, keluar seperti itu,” jelasnya.

Marlison mengatakan bahwa Suku Tidung merupakan suku asli Indonesia. Dengan memasukkan gambar bocah mengenakan baju adat Suku Tidung seharusnya membuat masyarakat lebih mengenal keanekaragaman budaya asli Indonesia.

“Bukan dari China. Ini asli darah Indonesia. Justru kita tampilkan 9 daerah itu, lantas kita semua sekarang mencari tahu. Oh, ternyata luar biasa kebangsaan Indonesia,” lanjutnya.

Lebih lanjut dia menuturkan, 9 daerah yang diambil untuk desain rupiah khusus pecahan Rp 75.000 merupakan pakaian adat daerah yang belum pernah diterbitkan sebelumnya dalam mata uang.

Sembilan daerah mewakili tiap 3 daerah di wilayah barat, tengah dan timur. Dari barat, ada Nanggroe Aceh Darussalam, Riau, dan Gorontalo.

Dari wilayah tengah disematkan baju adat asal Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, dan Gorontalo. Sementara, perwakilan dari timur ada NTT, Maluku, dan Papua. “Kita tampilkan anak-anak asli dari daerah tersebut, yang ingin kita gambarkan adalah keanekaragaman dari sisi penduduk,” lanjut Marlison.

Adapun pemilihan pakaian adat telah melalui proses diskusi yang panjang. Bank Indonesia telah melakukan koordinasi dan focus group discussion (FGD) dengan berbagai pihak, termasuk Pemerintah daerah setempat.

Koordinasi dilakukan sampai ke level kepala dinas pendidikan dan kebudayaan setempat, dan unit pelaksana teknis balai di daerah masing-masing.

“Contohnya di Kalimantan Utara dan Gorontalo, kita sampai koordinasi ke Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota tarakan dan UPT Balai Adat. Di Kalimantan Utara ada Balai Adat Tidung, dan di Gorontalo ada Balai adat Gorontalo kalau di gorontalo. Semua kita lakukan verifikasi dan digabungkan dalam desain,” sebutnya.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Rosmaya Hadi juga merespons soal heboh sosok bocah di Rupiah pecahan 75 ribu itu. Dia mengatakan desain uang tersebut telah dilakukan sejak 2018 dan telah turut melibatkan budayawan, sejarawan hingga ahli waris proklamator.

Begitu juga pada gambar yang tertera, di bagian belakang yang berisi barisan anak-anak Indonesia berpakaian adat. Rosmaya menegaskan seluruhnya diambil dari kekayaan adat Indonesia.

“Gambar itu tentang keberagaman kebudayaan kemudian pemandangan indah di Indonesia kemudian tarian, baju-baju adat kain dan sebagainya, itu ada pedomanya dilakukan,” ujar Rosmaya. dia saat konferensi pers, Selasa, 18 Agustus 2020.

Klarifikasi

Seorang netizen di Facebook bernama Mb Hepiniawan juga mengungkap siapa sosok anak yang mengenakan pakaian adat tidung tersebut.

Ia menyebut bahwa anak tersebut adalah keponakannya dan dia mengetahui tahun pemotretan gambar yang digunkan di uang Rp 75 ribu tersebut.

“Ini keponakan ku, yg ribut dikatakan mirip china di mata uang baru 75.000, bapak ibu nya asli melayu pontianak, pakai baju adat kalimantan utara.. Ini foto saat sesi pemotretan,” tulisnya.

Siapa sosok bocah di Rupiah pecahan 75 ribu itu?

sosok bocah di Rupiah pecahan 75 ribu
HeloBorneo.com – Sosok Bocah di Rupiah Pecahan 75 Ribu

Tuduhan soal sosok bocah di Rupiah pecahan 75 ribu yang disangka sebagai warga China pun ditepis orang orangtua. Dikatakan orangtuanya, sosok bocah di Rupiah pecahan 75 ribu itu bernama Muhammad Izzam Athaya.

Izzam yang sempat disangka orang China ternyata adalah putra asli Tarakan, Kalimantan Utara. Muhammad Izzam Athaya, atau akrab dipanggil Izzam merupakan anak dari Suku Tidung, salah satu suku asli di pesisir Kalimantan Utara. Suku Tidung memang identik berkulit putih.

Izzam memang sempat difoto dengan mengenakan baju adat Suku Tidung di Rumah Balai Adat Suku Tidung Tarakan. Bocah yang kini duduk di bangku kelas 5 SD Negeri 041 Tarakan itu mengaku tidak masalah disebut seperti anak China. Ia tetap senang karena fotonya masuk dalam mata uang Rp75.000 yang dikeluarkan pada edisi khusus memperingati 75 tahun Indonesia Merdeka.

Sementara itu, ayah Izzam, Muhammad Hendra Maulana, juga tidak mempermasalahkan foto anaknya yang diduga ‘Anak China’ viral di media sosial. Ia justru mengaku senang karena pada akhirnya anaknya sebagai anak Suku Tidung di Tarakan semakin dikenal rakyat Indonesia.

“Terus terang sebagai orang tua ada kebanggaan tersendiri, bisa dikenal walaupun akhirnya viralnya beda, tapi tetap saja akhirnya dikenal orang banyak,” kata Hendra Maulana saat ditemui di Tarakan, Kalimantan Utara.

Viralnya Izzam tidak hanya membuat bangga orang tua, tapi juga warga Tarakan, khususnya Suku Tidung. Karena dalam sejarahnya, Suku Tidung ini merupakan minoritas yang berada di pesisir Kalimantan. Dengan adanya foto viral ini diharapkan semakin dikenal. (*) [HeloBorneo.com]

 

Bagi artikel ini
  • 6
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    6
    Shares