1 October, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

4 Kali Kunjungi Kaltara, Jokowi Terima Gelar Adat Dayak Lundayeh

3 min read
Presiden Joko Widodo menerima anugerah gelar adat Dayak Lundayeh saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, Kamis, 19 Desember 2019. (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr)

TARAKAN | Walaupun merupakan provinsi termuda Indonesia yang resmi disahkan menjadi provinsi tujuh tahun lalu, Kalimantan Utara telah mendapatkan kehormatan besar. Kehormatan itu berupa kunjungan Presiden RI Joko Widodo yang telah “menginjakkan kaki” alias berkunjung ke provinsi ini sebanyak 4 kali selama memerintah NKRI.

Sebagai informasi, Kalimantan Utara (Kaltara) disahkan sebagai provinsi dalam rapat paripurna DPR pada tanggal 25 Oktober 2012, lalu, berdasarkan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2012.

Dalam kunjungannya yang keempat ini, Kamis (19/12), dalam salah satu rangkaian kunjungan kerjanya, Jokowi menghadiri prosesi sekaligus menerima gelar adat Dayak Lundayeh setibanya di Kabupaten Nunukan, Kaltara.

Sesaat setelah mendarat dan turun dari helikopter di Bandara Yuvai Semaring, Kabupaten Nunukan, Presiden langsung disambut upacara adat. Jokowi melakukan pemotongan rotan sebagai simbol memasuki wilayah adat Dayak Lundayeh.

Selanjutnya, penganugerahan gelar adat dilakukan oleh 5 orang Kepala Adat Dayak Lundayeh. Prosesi dilakukan dengan menyematkan atribut Dayak Lundayeh berupa sigar (topi adat), rompi (baju Talun dari kulit kayu), kalung manik, gelang, klupit (tas selempang), dan mandau/pelepet. Selanjutnya penyerahkan surat keputusan nama adat dan aspirasi masyarakat kepada Presiden Jokowi.

Tarian adat Arang Parisanang mengiringi prosesi penganugerahan gelar adat kepada sang Presiden.

Adapun gelar adat yang diberikan kepada Presiden Jokowi yaitu Derayen Acang Aco. Gelar ini bermakna pemimpin besar yang mampu melakukan dan mengerahkan semua tenaga dan pikirannya untuk kemajuan, kesejahteraan, dan kemakmuran rakyatnya.

Kunjungan Historis

Jokowi berkunjung ke provinsi Kaltara selama 2 hari, mulai Rabu (18/12) hingga Kamis hari ini. Salah satu kegiatan dalam rangkaian kunjungan kerja kali ini yaitu menyerahkan 1.000 sertifikat hak atas tanah untuk rakyat. Jokowi menyerahkan langsung sertifikat tanah tersebut dalam acara yang digelar di Lapangan Tenis Tertutup Keramat, Kota Tarakan, Rabu, 18 Desember 2019, kemarin.

Kunjungan Jokowi sebagai kepala negara merupakan kunjungan historis. Karena menjadikannya sebagai kepala negara dengan kunjungan terbanyak ke provinsi ini, yaitu sebanyak empat kali. Bahkan untuk pertama kalinya dalam sejarah, Jokowi sebagai satu-satunya Presiden yang telah menginjakkan kakinya di Tanjung Selor, Bulungan. pada salah satu kunjungannya ke Kaltara.

Berikut kilas balik kunjungan historis Jokowi ke bumi Kaltara:

  • Pada 15-16 Desember 2014, Jokowi pertama kali menginjakkan kaki ke Kaltara. Jokowi hadir di Tarakan dan Sebatik, Nunukan sekitar dua bulan setelah pelantikannya sebagai Presiden RI.
  • Rabu, 23 Maret 2016 Presiden Jokowi berkunjung untuk kali kedua di Kaltara. Kali ini dalam rangka peresmian Bandara Juwata Tarakan.
  • Jumat, 6 Oktober 2017 Jokowi kembali ke Kaltara untuk ketiga kalinya. Dalam kunjungannya kali ini, Jokowi mencetak sejarah sebagai Presiden RI pertama yang telah menginjakkan kakinya di Tanjung Selor, Bulungan.
  • Kunjungan kerja selama dua hari, 18-19 Desember 2019.

Motivasi Terus Membangun Perbatasan

Jokowi mengatakan bahwa gelar adat yang diterimanya merupakan sebuah kehormatan. Gelar adat ini diberikan kepada Presiden Jokowi karena dirinya merupakan presiden pertama yang datang ke wilayah tersebut.

“Saya kira ini sebuah kehormatan yang sangat baik. Yang diberikan kepada kita karena memang ini adalah presiden yang pertama yang datang ke perbatasan di sini, di Kecamatan Krayan,” ungkap Jokowi di hadapan para wartawan, Kamis (19/12/2019).

Jokowi menegaskan bahwa penganugerahan gelar terse but semakin mempertebal motivasinya untuk terus membangun wilayah perbatasan. Hal tersebut demi menghadirkan pemerataan pembangunan dan kesempatan yang sama bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia. (*)

[HeloBorneo.com]

 

 

Bagi artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *