1 October, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Wabah Virus Corona, Mahasiswi Kalsel Ini Terisolasi di Asrama Nanjing: Stok Masker Menipis

2 min read
Wabah Virus Corona
HeloBorneo.com – Riri Firman, Senin (27/1/2020) memperlihatkan foto saat berkomunikasi dengan anaknya, Ayu Febriana yang saat ini terjebak di asrama Mahasiswa, di Provinsi Jiangsu, Tiongkok. (Foto: kompas.com/Andi Muhammad Haswari)

BANJARMASIN | Wabah virus Corona yang melanda dunia dengan China sebagai episentrumnya membawa kisah duka. Baik untuk yang mengalaminya secara langsung, pun bagi keluarga yang juga ikut terdampak akibat wabah virus mematikan ini.

Pemerintah China memang telah menutup Kota Wuhan dan daerah lainnya untuk mencegah wabah virus Corona kian menyebar. Sebagai informasi, terdapat pelajar dan mahasiswa asal Indonesia yang terjebak di Wuhan, maupun kota-kota lainnya di China yang terdampak langsung langkah otoritas negeri tirai bambu itu. Pemerintah RI sendiri telah resmi memberlakukan travel warning untuk perjalanan ke Provinsi Hubei, China pada Selasa (28/1/2020) ini. Wuhan adalah ibu kota provinsi tersebut.


Baca juga:

Resmi! Tangkal Virus Corona, RI Keluarkan Travel Warning ke Provinsi Hubei China


Langkah menutup kota dan wilayah yang sudah terinfeksi virus corona ini pun membuat mahasiswa dan pelajar yang sedang menuntut ilmu di tempat-tempat tersebut ikut terisolasi di sana. Hal ini pun dialami oleh Ayu Febriana (19), mahasiswi Indonesia asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Sebagaimana dilansir dari Kompas, Selasa (28/1/2020), Ayu dan teman-temannya masih terisolasi di asrama mahasiswa Kampus Jiangsu Institute of Commerce (JIC), di Kota Nanjing, Provinsi Jiangsu, China.

Curhat ke Keluarga via WhatsApp 

Pasca merebaknya virus Corona, para mahasiswa hanya bisa menghabiskan waktu di asrama. Ayu pun kerap menghubungi ibunya Riri Firman, melalui pesan maupun video lewat aplikasi WhatsApp. Komunikasi dengan ibunya itu pun menjadi kesempatan bagi Ayu untuk menumpahkan segala keluh kesahnya kepada sang ibu tercinta.

Ayu mengatakan bahwa dia dan seluruh mahasiswa di kampusnya diminta bertahan oleh Pemerintah Provinsi Jiangsu selama dua pekan ke depan. Masalahnya, stok masker sudah menipis. Hanya tersisa empat lembar.

“Ayu diminta bertahan di dalam asrama selama dua pekan sementara stok masker sudah menipis. Infonya bantuan untuk mahasiswa JIC segera dikirim besok atau lusa sesampainya dari KBRI di Shanghai,” ujar ibunda Ayu, Riri Firman.

Selasa (28/1/2020) ini merupakan hari kelima Ayu dan para mahasiswa lainnya terisolasi di asrama.

Keluar Hanya Untuk Cari Makan

Para mahasiswa, termasuk Ayu, hanya diperbolehkan keluar asrama jika hendak membeli bahan makanan. Untuk kebutuhan makanan, Ayu dan mahasiswa asal Kalsel lainnya masih bisa membeli di salah satu supermarket yang masih buka di dekat kampus.

Sebagai informasi, harga makanan di Wuhan melambung tinggi sejak kota tersebut ditutup pemerintah China. Diberitakan detik pada Senin (27/1/2020), sebanyak 12 mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) tengah mengambil beasiswa di Wuhan, China. Para mahasiswa itu tidak hanya terancam ikut terjangkit virus Corona, tapi juga mengeluhkan persediaan makanan yang menipis disertai harga yang meroket tinggi.

(*) [HeloBorneo.com


| #coronarovirus #coronavirus #viruscorona #VirusChina #2019nCoV #CoronaOutbreak #TolakSementaraTurisChina |

Bagi artikel ini
  • 8
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    8
    Shares