25 September, 2021

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

TNI Tegaskan Sanksi Lahan Terbakar di Kalsel: Tidak Boleh Digarap

Sanksi lahan terbakar di Kalsel akan diterapkan, berupa pelarangan untuk menggarap lahan tersebut bagi pemiliknya. Hal tersebut juga sesuai instruksi presiden untuk tegas menindak pembakaran lahan.

_____________________________________________

lahan terbakar di Kalsel
Sanksi lahan terbakar di Kalsel akan diterapkan, berupa pelarangan untuk menggarap lahan tersebut bagi pemiliknya. Hal tersebut juga sesuai instruksi presiden untuk tegas menindak pembakaran lahan. | HeloBorneo.com — Komandan Korem (Danrem) 101/Antasari di Kalimantan Selatan Brigjen TNI Firmansyah. (Foto: ANTARA/Firman)

 

BANJARMASIN | Brigjen TNI Firmansyah selaku Komandan Korem (Danrem) 101/Antasari menegaskan lahan terbakar atau sengaja dibakar tidak boleh digarap sebagai sanksi bagi pemiliknya.

Demikian dia mengungkapkan usulan terkait sanksi itu di Kalimantan Selatan. “Saya sudah usulkan ini saat rapat bersama stakeholder, pokoknya, tidak boleh dikerjakan kalau ada yang terbakar,” katanya di Banjarmasin, Rabu (17/3/2021).

Sanksi lahan terbakar di Kalsel sesuai instruksi Presiden

Firmansyah mengatakan hal itu sesuai arahan presiden. Disebutkannya, Presiden Joko Widodo juga telah menginstruksikan ketegasan daerah dalam menindak setiap kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Untuk itulah, mendorong Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan dapat melakukan penegakan hukum secara tegas jika ditemukan karhutla atau yang sengaja membuka lahan dengan cara membakar.

“Sosialisasi sudah, edukasi terus dilakukan; jika tetap membakar juga berarti melawan apa yang sudah ditetapkan pemerintah. Sanksi hukum seberat-beratnya layak dijatuhkan,” katanya.

Diakui Firman, dalam penanganan potensi karhutla tahun 2021 lebih mengedepankan langkah pencegahan. TNI siap membantu dalam edukasi hingga penanggulangan kebakaran lahan jika sampai terjadi.

Korem, katanya, akan berfokus pada wilayah sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor di Banjarbar agar kawasan objek vital transportasi udara itu tidak terganggu dari kabut asap akibat karhutla. (sumber: Antara) (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 19
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    19
    Shares