Wed. Jul 8th, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Supian HK Minta Pemprov Kalsel Lakukan Kajian Matang Terapkan New Normal

2 min read
Pemprov Kalsel Lakukan Kajian Matang Terapkan New Normal
HeloBorneo.com – Ketua DPRD Kalimantan Selatan H Supian HK. (Foto: Antara/Syamsuddin Hasan)

BANJARMASIN | H Supian HK minta Pemprov Kalsel lakukan kajian matang terapkan new normal. Hal tersebut guna melindungi masyarakat dari kemungkinan penularan virus covid-19.

Ketua DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) itu meminta agar hal tersebut dilakukan sebelum new normal atau pola hidup baru pasca pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diberlakukan. Pemberlakuan new normal harus dengan kajian yang betul-betul matang.

H Supian HK sebagaimana dilansir dari Antara di Banjarmasin, Rabu (3/6/2020) mengatakan tidak ingin penerapan new normal justru memperburuk keadaan.

“Pasalnya kita tidak ingin penerapan new normal justru keadaan semakin buruk atau parah daripada pemberlakuan PSBB,” ujar wakil rakyat yang bergelar sarjana hukum, magister hukum serta mendapat gelar doktor kehormatan itu.

Sosok yang juga merupakan Ketua Harian Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kalsel itu menunjuk contoh Kota Banjarmasin yang memberlakukan PSBB sejak 24 April 2020 hingga 29 Mei lalu.

Menurutnya, pemberlakuan PSBB di “kota seribu sungai” Banjarmasin atau ibu kota provinsi tersebut gagal. Dirinya mengatakan hal itu terjadi karena tanpa kajian yang betul-betul matang terlebih dahulu.

Oleh sebab itu, anggota DPRD Kalsel dua periode ini meminta Gubernur, pemerintah provinsi (Pemprov) serta Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kalsel juga harus betul-betul mencermati dengan seksama. Setisp aspek harus diperhatikan terhadap daerah kabupaten atau kota yang mau menerapkan new normal.

Supain HK mengatakan pihaknya tidak ingin masyarakat menjadi korban akibat gagal melakukan kajian yang tepat sebelum menerapkan new normal.

“Kita tentu tidak ingin kegagalan terulang, karena yang menjadi korban masyarakat banyak, baik secara material atau sosial ekonomi maupun psikologi sosial,” lanjut wakil rakyat asal daerah pemilihan Kalsel V yang meliputi Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Balangan dan Kabupaten Tabalong itu.

Politisi senior Partai Golkar ini dapat memaklumi atau menerima penerapan new normal di Kalsel yang kini berpenduduk lebih empat juta jiwa dan tersebar di 13 kabupaten dan kota. Namun dengan syarat, asalkan dalam pelaksanaannya lebih baik dari PSBB, bukan sebaliknya membuat rakyat makin menderita.

Sebagai informasi, di Provinsi Kalsel, dari 13 kabupaten dan kota empat di antaranya memberlakukan PSBB yaitu Banjarmasin sejak 24 April 2020 hingga 29 Mei lalu atau mengalami dua kali perpanjangan, tetapi justru warga masyarakat setempat meningkat yang terpapar virus Corona atau COVID-19.

Selain itu, Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar dan Kabupaten Barito Kuala (Batola) yang pemberlakuan atau mengakhiri PSBB secara bersamaan sejak 16 Mei 2020 sampai 29 Mei lalu.

Keempat kabupaten/kota di “Bumi Perjuangan Pangeran” Antasari atau “Bumi Lambung Mangkurat” Kalsel tersebut sedang melakukan kajian untuk penerapan new normal dengan harapan COVID-19 cepat berlalu dan kehidupan masyarakat bisa normal kembali seperti sediakala atau sebelum mewabah virus Corona

Pada prinsipnya, Supian HK mengatakan bahwa bila belum benar-benar siap, jangan sampai dipaksakan.

“Kalau berdasarkan hasil kajian belum siap betul, maka saya kira kita tidak perlu gegabah atau ikut-ikutan menerapkan new normal. Biar bersabar hingga keadaan memungkinkan untuk menerapkan new normal demi kehidupan masyarakat yang lebih nyaman,” pungkasnya. (sumber: Antara) (*) [HeloBorneo.com]

 

Suka artikel ini? Silakan bagikan melalui media sosial anda: