23 September, 2021

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Sengketa Pilgub Kalsel: MK Batalkan Kemenangan Sahbirin Noor, Perintahkan Pemungutan Suara Ulang Sebagian

Sengketa Pilgub Kalsel telah mendapatkan keputusan dari Mahkamah Konstitusi (MK), yang membatalkan kemenangan Sahbirin Noor dan memerintahkan Pemungutan Suara Ulang di 6 kecamatan dan 24 TPS.

_____________________________________________

Sengketa Pilgub Kalsel
Sengketa Pilgub Kalsel telah mendapatkan keputusan dari Mahkamah Konstitusi (MK), yang membatalkan kemenangan Sahbirin Noor dan memerintahkan Pemungutan Suara Ulang di 6 kecamatan dan 24 TPS. | HeloBorneo.com — Ilustrasi: Mahkamah Konstitusi (MK). (Foto: Tim Pewarta)

 

JAKARTA | Mahkamah Konstitusi (MK) pada Jumat (19/3/2021) mengabulkan sebagian gugatan sengketa hasil pemilihan gubernur, atau sengkata Pilgub Kalsel (Kalimantan Selatan) yang diajukan Denny Indrayana.

Putusan majelis hakim konstitusi juga memerintahkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Selatan melakukan pemungutan suara ulang (PSU) di sebagian wilayah Kalsel. MK mengungkapkan ada 6 kecamatan dan 24 TPS di Kecamatan Binuang, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan yang wajib menggelar PSU.

Ketua Majelis Hakim Konstitusi Anwar Usman, Jumat (19/3/2021) menjelaskan mengabulkan sebagian gugatan Denny Indrayana dan memerintahkan pemungutan suara ulang.

“Mengabulkan gugatan pemohon untuk sebagian dan memerintahkan KPU Kalsel untuk melakukan pemungutan suara ulang di 6 kecamatan dan 24 TPS di Kecamatan Binuang,” ujar Anwar Usman.

Sengketa Pilgub Kalsel, Majelis Hakim ungkap dalil kecurangan yang diajukan Denny Indrayana

Saat pembacaan putusan sengketa Pilgub Kalsel, Majelis hakim konstitusi menilai bahwa dalil dari Denny Indrayana terkait dugaan kecurangan dan penggelembungan suara di sejumlah TPS dan 6 kecamatan tersebut telah terungkap selama persidangan berlangsung.

Berdasarkan pengungkapan itu, berarti putusan MK secara tidak langsung membatalkan hasil rekapitulasi KPU Kalsel yang memenangkan paslon Sahbirin Noor dan Muhidin.

Sebagai informasi, saat rekapitulasi suara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Selatan menetapkan perolehan suara pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 1, Sahbirin Noor dan Muhidin unggul sebanyak 8.127 suara dari pasangan nomor urut 2, Denny Indrayana dan Difriadi Derajat.

Saat rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara di Pilkada Kalsel 2020 untuk 13 kabupaten dan kota yang digelar di Banjarmasin pada 17-18 Desember 2020 lalu di Hotel Golden Tulip, akhirnya menetapkan secara resmi perolehan kedua pasangan calon, di mana selisih suara tidak sampai 1 persen, tepatnya 0,48 persen.

KPU menetapkan total perolehan suara pasangan Sahbirin-Muhidin yang diusung partai Golkar, PAN, PDIP, Nasdem, PKS, PKB, serta didukung PSI, PKPI dan Perindo sebanyak 851.822 suara atau 50,24 persen.

Sementara itu, total perolehan suara pasangan Denny-Difri yang diusung Partai Gerindra, Demokrat, dan PPP sebanyak 843.695 suara atau 49,76 persen, dari total surat suara pemilih yang sah pada pencoblosan 9 Desember 2020, sebanyak 1.695.517 suara. (*) [HeloBorneo.com]

 

Bagi artikel ini
  • 2
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    2
    Shares