22 September, 2021

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Polisi Ringkus 2 Petani Kalsel Merangkap Pengedar Sabu-sabu dan Ekstasi

Dua petani Kalsel yang merangkap sebagai pengedar sabu-sabu dan ekstasi berhasil diringkus oleh polisi. Kejadian yang terjadi di Kabupaten Tanah Laut, Kalsel ini mendapatkan perhatian masyarakat.

_____________________________________________

pengedar sabu-sabu dan ekstasi, petani kalsel, tanah laut
Dua petani Kalsel yang merangkap sebagai pengedar sabu-sabu dan ekstasi berhasil diringkus oleh polisi. Kejadian yang terjadi di Kabupaten Tanah Laut, Kalsel ini mendapatkan perhatian masyarakat. | HeloBorneo.com — Ilustrasi: ekstasi. (net)

 

BANJARMASIN | Dua orang petani di Kalimantan Selatan diringkus polisi karena kedapatan mengedarkan narkoba jenis sabu-sabu dan ekstasi di wilayah tempat tinggal mereka di Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut.

Sebagaimana dilansir dari Antara, Kepala Subdirektorat III Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalsel AKBP Niko Irawan di Banjarmasin mengatakan sejumlah barang berhasil disita pihak kepolisian.

“Kami sita barang bukti 14,48 gram terdiri dari 21 paket sabu-sabu dan tujuh butir ekstasi warna merah logo huruf A,” ujar AKBP Niko Irawan, Rabu, (23/6/2021).

Kedua tersangka berinisial ZA (45) dan SA (29) ditangkap pada Senin (21/6) di Jalan Ahmad Yani Km 8 Simpang 3 Cekdam Desa Gardu, Kecamatan Tanah Laut.

Informasi masyarakat soal pengedar sabu-sabu dan ekstasi

Awalnya polisi mendapatkan informasi adanya peredaran narkoba di desa setempat. Kemudian Tim Opsnal Subdit III Ditresnarkoba Polda Kalimantan Selatan melakukan penyelidikan hingga berhasil mendeteksi kedua pengedar sabu-sabu dan ekstasi yang jadi target operasi di Kabupaten Tanah Laut itu.

Tersangka ZA pertama ditangkap di rumahnya. Petugas menemukan barang bukti 21 paket sabu-sabu siap edar serta tujuh butir ekstasi yang diakui miliknya untuk dijual.

Selanjutnya hasil pengembangan kasus pengedar sabu-sabu dan ekstasi itu, kemudian ditangkaplah SA yang merupakan satu jaringan dalam mengedarkan barang haram itu.

Peredaran narkoba sudah mencapai pedesaan

Diungkapkan Niko, peredaran narkoba telah masuk hingga ke pedesaan di Kalsel. Untuk itulah, dia mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada lagi terutama orangtua agar dapat mengawasi anaknya.

“Kasus ini terus kami kembangkan untuk bisa mengungkap jaringan bandar di atasnya yang mengendalikan kedua petani ini sebagai penjualnya,” kata Niko, mewakili Direktur Reserse Narkoba Polda Kalimantan Selatan Kombes Pol Tri Wahyudi. (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 4
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    4
    Shares