1 October, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Picu Produktivitas ASN, Bupati Tanah Laut Minta Tunjangan Berbasis Kinerja Disempurnakan

2 min read
Bupati Tanah Laut H Sukamta memimpin rapat Pemberian Tambahan Penghasilan Pegawai Berbasis Produktivitas dan Disiplin Kerja Lingkup Pemerintah Kabupaten Tanah Laut, di Ruang Rapat Barakat Kantor Setdakab Tanah Laut, Jum’at (29/11) malam. (Foto: Antaranews Kalsel/Humas)

HeloBorneo.com – PELAIHARI | Guna mendorong dan memicu tingkat produktivitas para ASN yang bekerja di pemerintahan daerah, perlu menyempurnakan tunjangan berbasis kinerja, dengan demikian tercipta prinsip keadilan.

Bupati Tanah Laut H Sukamta mengungkapkan hal tersebut pada acara rapat Pemberian Tambahan Penghasilan Pegawai Berbasis Produktivitas dan Disiplin Kerja Lingkup Pemerintah Kabupaten Tanah Laut.

Dalam rapat tersebut, Sukamta mengatakan bahwa Rancangan Peraturan Bupati (Raperbup) tentang Tunjangan Berbasis Kinerja perlu disempurnakan dan dibicarakan bersama-sama. Menurutnya, tunjangan yang diberikan nantinya harus sesuai dengantingkat kedisiplinan serta produktivitas para ASN.

“2020 nanti betul-betul kita fix-kan sehingga diaplikasi sampai menginput hasil kinerjanya. Sebagai pimpinan saya harap bawahannya dinilai benar-benar, jangan pakai kasian, jangan yang produktivitasnya tinggi disamakan dengan yang kinerjanya biasa-biasa saja,” ungkapnya dalam rapat tersebut, sebagaimana dilansir dari Antara.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Barakat Kantor Setdakab Tanah Laut, Jum’at (29/11) malam itu berlangsung dinamis. Rapat ini diikuti Asisten Bidang Pemerintahan Setda Tanah Laut Bambang Kusudarisman, Asisten Administrasi Umum Setda Tanah Laut Safarin, Kepala Bidang Lingkup Pemkab Tanah Laut, serta Kepala Bagian Organisasi Setda Tanah Laut Andi Mashabi dan kepala SKPD.

Menurut Sukamta, BPKAD, Inspektorat, serta Bappeda memiliki cakupan kerja sangat banyak serta cukup berat. Hal tersebut membuat tunjangan kepada ketiganya dapat dibedakan dibanding lainnya.

“Kerja tiga instansi tersebut cukup berat atau istilah orang Banjar sambung berait, maka dari itu kalau bisa kita bedakan tunjangannya” jelas Sukamta. (HB)

Bagi artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *