Sun. Sep 20th, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Musim Panen Raya Durian Bikin Senang, Juga Bawa Susah

2 min read
musim panen raya durian
HeloBorneo.com – Suasana hiruk pikuk warga berdesakan berebut durian di pesta kan buah durian dan buah lokal gratis di Kiram Park bersama Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor, Sabtu (18/1/2020). (Foto: facebook Supiansyah Darham)

BANJARBARU | Akhir-akhir ini, suasana di awal tahun 2020 semakin meriah dengan tibanya musim panen raya durian. Para penggemar durian di Kalimantan Selatan, khususnya Banjarbaru, Banjarmasin dan sekitarnya seakan dimanjakan oleh buah yang memiliki bau khas ini.

Tibanya musim panen raya durian membawa dua hal. Pertama, tentu membawa kesenangan dan kebahagiaan bagi para penggemarnya. Para penjual pun dapat memperoleh keuntungan dari hasil penjualan buah yang banyak digandrungi masyarakat Indonesia ini.

Hanya saja, ternyata dibalik kesenangan itu, durian pun membawa kesusahan. Bagi yang tidak tahan akan baunya yang khas dan menyengat, pasti keberadaan buah durian akan membawa sengsara. Tak hanya itu, sisa-sisa buah durian pun menjadi sampah yang kian menumpuk. Selain tak sedap dipandang mata, juga menimbulkan bau yang menusuk hidung.

Pesta Durian di Kiram Park

Akhir minggu lalu, tepatnya pada Sabtu (18/1/2020) warga Kalsel pesta durian. Bertempat di Kiram Park Desa Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kalsel. Tokoh masyarakat yang juga Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Sahbirin Noor mentraktir warga Kalsel makan durian.

musim panen raya durian
HeloBorneo.com – Pesta makan durian dan buah lokal. (Sumber: facebook Paman Birin)

Sebanyak 42.000 buah durian gratis yang diangkut menggunakan 10 truk dikumpulkan di lapangan objek wisata alam Kiram Park. Menurut perkiraan panitia, sebanyak 24 ribu warga datang untuk menikmati durian gratis di tempat wisata itu. Aturannya pun sederhana, boleh menikmati durian sebanyak-banyaknya, namun wajib dimakan di tempat dan tidak boleh dibawa pulang. Alhasil, puluhan ribu durian itu pun ludes dalam sekejap diserbu warga.

Sampah sisa Durian Menumpuk

Cerita berkebalikannya datang dari Kota Banjarbaru. Panen raya durian selain membawa kegembiraan dari para petani dan penjual, lain halnya dengan petugas kebersihan. Pasalnya, sisa-sia buah durian yang telah disantap warga menyisakan sampah yang tidak sedikit. Bahkan, volume sampah meningkat tiap harinya.

Tercatat, volume jumlah sampah pada hari biasa mencapai 120 ton. Namun, setelah memasuki musim panen raya  durian, volume sampah meningkat drastis. Menurut data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarbaru, volume sampah meningkat hingga mencapai 130 ton sampah per hari.

Menurut penuturan Kepala DLH Banjarbaru Sirajoni, Rabu (22/1/2020), hal tersebut terjadi sejak memasuki musim buah durian di Kota Banjarbaru. Tercatat ada kenaikan volume sampah mencapai 9 sampai 10 ton per hari.


Baca juga:

Wow! Banjir Durian di Sukamara, Ternyata Asalnya Dari Kalbar


 

Menikmati Durian dan Tetap Menjaga Lingkungan

Dari dua hal tersebut, tersaji pelajaran yang dapat dipetik. Menikmati buah durian memang mengasyikkan. Tapi hendaknya jangan lupa membuat sampahnya dengan baik, agar tidak mengganggu kebersihan lingkungan.

Mungkin ada baiknya juga pemda terkait memberikan edukasi agar warga juga dapat kian terdidik untuk dapat mengolah sampah durian. Dengan demikian, semua pihak akan dapat menikmati keberkahan yang datang di musim panen raya durian ini. Jangan sampai habis menikmati durian, malah mendatangkan sisa-sisa berupa sampah yang menyiksa lingkungan dan masyarakat. (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 12
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    12
    Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *