22 September, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Kalsel Dinilai Belum Penuhi Syarat New Normal, Ini Penjelasannya

3 min read
Kalsel Dinilai Belum Penuhi Syarat New Normal
HeloBorneo.com – Liaison Officer (LO) BNPB) Brigjen (Pur) Syahyudi saat rapat bersama Gugus Tugas Covid-19 Kalsel. Rapat ini bertempat di Gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel, Banjarbaru, Rabu (27/5/2020). (Foto: gugus tugas)

BANJAR BARU | Provinsi Kalsel dinilai belum penuhi syarat new normal. Sebagaimana diketahui, new normal menjadi wacan yang kian diperbincangkan. Terminologi itu merujuk pada kegiatan masyarakat yang dilakukan di tengah dan pasca pandemi covid-19 ini.

Sayangnya, untuk sementara waktu, masyarakat Kalsel dinilai belum dapat menjalankan  kehidupan new normal. Demikian halnya yang diungkap oleh Liasion Officer (LO) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Brigjen (Purn) Syahyudi.

Pada saat rapat gugus tugas di Banjar Baru,  Rabu (27/5/2020), Syahyudi mengungkapkan saat ini Kalsel masih belum memenuhi syarat untuk penerapan tatanan kehidupan baru covid-19 atau yang lazim disebut “New Normal”.

Hasil Monitoring

Jenderal purnawirawan ini mengatakan bahwa Provinsi Kalsel dinilai belum penuhi syarat new normal setelah melalui beberapa kali monitoring.

“Kami sudah beberapa hari di Kalsel melakukan monitoring dan evaluasi terkait penanganan Covid-19 di Kalsel. Sudah pula melakukan diskusi beberapa kali dan memungkinkan indikator untuk R0 masih belum kelihatan. Sehingga Kalsel masih belum memenuhi syarat penerapan new normal itu,” ujarnya.

Lebih lanjut, Syahyudi menjelaskan perihal syarat yang perlu dipenuhi guna menjalankan “new normal” itu. Menurutnya, jika daerah R0-nya itu (Indikasinya) sudah kelihatan. Sementara, untuk Provinsi Kalsel saat ini masih belum kelihatan. Kondisi saat ini masih di bawah 1.

“R0 atau R1 itu adalah indikator tren kasus Covid-19 turun naiknya. Di Kalsel masih mempercepat bagaimana mengidentifikasi para pasien Covid-19 dan penanganan penyebaran.

Yakin Menuju New Normal

Syahyudi mengatakan, saat ini kondisi Kalsel belum memenuhi prasyarat menjalankan kehidupan new normal. Walau demikian, dirinya yakin bahwa Provinsi Kalsel akan sampai di tatanan kenormalan baru itu.

“Kita pasti akan kesana (New Normal) dengan tentunya dukungan dan kesadaran dan disiplin yang tinggi karena Covid-19 ini adalah tanggung jawab kita bersama rakyat harus terdepan untuk mencegah penularan penyakit ini,” demikian penuturan Syahyudi.

Protokol Kesehatan Masih Perlu Diperbaiki 

Berdasarkan pantauan serta temuan selama monitoring di lapangan, dirinya mengatakan bahwa masih ada tahapan yang harus dilalui menuju tatanan kenormalan baru (new normal).

“Dua kali kita melaksanakan Monitoring and evaluation. Pertama, sebelum hari raya, itu yang kita pantau di tempat-tempat PSBB baik di kota kabupaten. Yang kita lihat untuk masalah protokol kesehatan masih ada perlu gugus tugas bekerja keras lagi supaya masyarakat lebih disiplin dalam pelaksanaan protokol kesehatan khususnya di tempat-tempat keramaian, di pasar,” kata Syahyudi.

Dalam penjelasannya, Syahyudi mengatakan, perbaikan dan kerja keras gugus tugas terkait protokol kesehatan perlu terus diupayakan.  Dengan demikian, dapat mempercepat proses pemutusan penularan covid-19. Jika protokol kesehatan itu sudah diperbaiki dan ditegakkan, maka proses untuk memenuhi prasyarat menuju kondisi new normal di Provinsi Kalsel akan semakin cepat tercapai.

Dirinya pun menyebutkan protokol kesehatan yang tidak boleh diabaikan. “Pakai masker jaga jarak cuci tangan keluar rumah itu dan kalau perlu saja hindari keramaian,” tegasnya.


Berita Terkait:


 

Belum Tegas

Selama proses monitoring dan evaluasi di lapangan hari pertama di Banua Anam, Syahyudi masih ada menjumpai pos-pos pemeriksaan yang kurang tegas. “Masih ada dijumpai pos-pos pemeriksaan itu masih tenggang rasa,”ujarnya.

Padahal, menurutnya, hal itu tidak boleh terjadi. Petugas di posko-posko pemeriksaan harus bersikap tegas. “Seharusnya tidak boleh demikian, harus tegas sebagai contoh bagaimana untuk kendaraan roda empat maksimal 50 persen dan jarak tiap-tiap orang bukan ditentukan kemarin masih bisa lolos dan juga ada bukti dimana ada pedagang dari Banjarmasin bisa lolos sampai ke kabupaten Tapin. Artinya Banjarmasin harus tertutup baik keluar maupun kedalam, ” tegasnya.

Untuk perbaikan ke depan, Syahyudi berharap dukungan TNI dan Polri guna memperkuat kedisiplinan masyarakat, terutama di pasar dan tempat keramaian lainnya akan mempercepat proses Provinsi Kalsel menuju new normal itu. “Mudah-mudahan hal ini bisa lebih efektif. Sehingga bisa terlaksana dengan sebaik-baiknyanya, sehingga kita cepat sampai ke tatanan new normal itu,” pungkasnya. (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 15
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    15
    Shares