25 September, 2021

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Instruksi Mendagri, Banjarmasin Perpanjang PPKM Mikro Hingga 5 April

Banjarmasin perpanjang PPKM Mikro hingga 5 April 2021. MAsyarakat diminta tetap memperketat protokol kesehatan demi terus menekan penyebaran COVID-19.

_____________________________________________

Banjarmasin perpanjang PPKM Mikro, kalsel
Banjarmasin perpanjang PPKM Mikro hingga 5 April 2021. Masyarakat diminta tetap memperketat protokol kesehatan demi terus menekan penyebaran COVID-19. | HeloBorneo.com — Plh. Wali Kota Banjarmasin H Mukhyar. (Foto: ANTARA/Humas Pemkot Banjarmasin)

 

BANJARMASIN | Belum habis masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan kembali memperpanjangnya hingga 5 April 2021.

Sebelumnya, Pemkot Banjarmasin menetapkan perpanjangan PPKM skala mikro pada 13 Maret hingga 31 Maret ini, setelah Plh. Wali Kota Banjarmasin H Mukhyar mengikuti rapat koordinasi pemberlakuan PPKM skala mikro tersebut dengan Pejabat Gubernur Kalsel, disepakati bahwa Kota Banjarmasin perpanjang PPKM mikro lagi hingga 5 April.

Plh. Wali Kota Banjarmasin H Mukhyar di Banjarmasin, Selasa (23/3) mengungkapkan perihal kesepakatan Banjarmasin perpanjang PPKM mikro itu. “Sebelum habis masa penerapan PPKM skala mikro ini kita tetapkan perpanjang lagi dari hari ini (23/3) hingga 5 April,” ujarnya.

Banjarmasin perpanjang PPKM mikro sesuai instruksi terkait wilayah prioritas penanganan COVID-19

Menurut Mukhyar, keputusan memperpanjang lagi pelaksanaan PPKM skala mikro ini sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri terbaru nomor 6. Di mana Provinsi Kalimantan Selatan menjadi salah satu daerah prioritas yang dimonitoring perkembangan kasus COVID-19.

Dengan adanya kesepakatan Banjarmasin perpanjang PPKM mikro ini, pihak Pemkot Banjarmasin terus mengimbau Protokol Kesehatan (Prokes) di masyarakat diperketat. “Jadi kami imbau, prokesnya lebih diperketat dan kerja di rumah (WFH) juga diterapkan,” katanya.

Dia juga meminta PPKM skala mikro ini benar-benar efektif diterapkan hingga tingkat RT/RW dengan mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan oleh Satgas COVID-19 hingga tingkat kelurahan di ibu kota Provinsi Kalsel itu.

“Kita harap kasus COVID-19 di Banjarmasin terus bisa ditekan,” ujarnya. Sebagaimana data penularan COVID-19 yang dirilis Dinkes Provinsi Kalimantan Selatan, pada 23 Maret ini, kasus COVID-19 di Kota Banjarmasin sudah sebanyak 6.676 kasus, di mana sebanyak 5.804 sembuh dan sebanyak 191 orang meninggal dunia. (sumber: Antara) (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 194
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    194
    Shares