26 November, 2022

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Gelar Lomba Bakisah Bahasa Banjar, Pemprov Kalsel Asah Kreativitas Generasi Muda Sambil Lestarikan Budaya Lokal

Lomba Bakisah Bahasa Banjar jadi ajang Pemprov Kalsel untuk mengasah kreativitas generasi muda di provinsi itu. Dan juga, menjadi upaya melestarikan bahasa Banjar sebagai warisan budaya lokal.

_______________________________________

Lomba Bakisah Bahasa Banjar
Lomba Bakisah Bahasa Banjar jadi ajang Pemprov Kalsel untuk mengasah kreativitas generasi muda di provinsi itu. Dan juga, menjadi upaya melestarikan bahasa Banjar sebagai warisan budaya lokal. | HeloBorneo.com — Penampilan salah satu peserta pada perlombaan bakisah bahasa banjar yang diadakan UPTD Taman Budaya Prov. Kalsel, Banjarmasin, Jumat (22/7/2022). (Foto: MC Kalsel/usu)

 

BANJARMASIN | Lomba Bakisah Bahasa Banjar sukses digelar oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan beberapa waktu lalu. Gelaran ini  sukses  mengundang animo  masyarakat, khususnya kalangan generasi muda di provinsi tersebut.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Taman Budaya Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan Lomba Bakisah Bahasa Banjar guna mengasah kreativitas masyarakat dalam bercerita, khususnya dalam bahasa Banjar.

Penjelasan Lomba Bakisah Bahasa Banjar 

Bakisah bahasa banjar merupakan salah satu seni bertutur cerita dari daerah Kalimantan Selatan dan telah ada sejak zaman dahulu yang biasa dilakukan oleh orang tua.

“Isi dari bakisah bakisah bahasa banjar ialah cerita rakyat yang diselipi pesan berupa nasehat untuk para pendengar,” kata Kepala (UPTD) Taman Budaya Provinsi Kalimantan, Suharyanti melalui kepala Seksi Dokumentasi dan Promosi, Nitta Aulia di Banjarmasin, Jumat (22/7/2022) lalu.

Untuk juri ada 3 orang yang berasal dari seniman yaitu Rudi Karno, Ali Syamsudin Arsi, dan May Hidayat. Dan untuk pemenang juara pertama yaitu Nida Ul Hasanah dari kota Banjarmasin dengan judul cerita “Lok Sinaga”.

Kegiatan ini diikuti 15 peserta yang telah dari babak penyisihan yang dilaksanakan secara online. Selain untuk mengasah kreativitas, ajang ini juga dapat dilihat sebagai upaya melestarikan warisan budaya lokal. Dengan ini, Bahasa Banjar dapat terus dipergunakan dapat tutur kata masyarakat di Kalimantan Selatan khususnya.

Untuk penyerahan hadiah akan digabung saat perayaan Hari Jadi Provinsi Kalimantan Selatan. “Nantinya untuk penyerahan hadiah pemenang akan kami gabung menjadi satu dan diserahkan pada saat perayaan Hari Jadi Provinsi Kalimantan Selatan,” pungkas Nitta Aulia. (*) [HeloBorneo.com]

 

Bagi artikel ini