18 November, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Garuda Selidiki Insiden Pesawat Pecah Ban di Banjarmasin

2 min read
insiden pesawat pecah ban
HeloBorneo.com – Petugas bandara melakukan pengecekan terhadap ban pesawat.

BANJARMASIN | Insiden pesawat pecah ban di Banjarmasin, pada Kamis (11/6/2020) sore menjadi perhatian serius manajemen Garuda. Perusahaan penerbangan BUMN ini akan melakukan penyelidikan terkait hal itu.

Manajemen maskapai Garuda Indonesia segera bergerak untuk melakukan investigasi insiden pesawat pecah ban milik perusahaan itu. Peristiwa naas pada Kamis sore, 11 Juni 2020 itu dialami pesawat dengan nomor penerbangan GA 532, di Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel),

Direktur Utama PT Garuda Indonesia Irfan Setiaputra melalui rilis resmi pada Kamis (11/6/2020) malam menyatakan pihaknya memohon maaf terkait insiden itu.

Irfan Setiaputra mengatakan insiden pesawat pecah ban itu menimbulkan ketidaknyamanan dan akan segera melakukan evaluasi. “Garuda Indonesia menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Selanjutnya, Garuda Indonesia bersama pihak terkait sedang melakukan investigasi dan evaluasi lebih lanjut mengenai penyebab kejadian tersebut,” tuturnya.

Kronologis

Berdasarkan penjelasan Direktur Utama PT Garuda Indonesia itu, insiden pesawat pecah ban tersebut dialami maskapai yang sedang melayani rute Jakarta-Banjarmasin. Awalnya, pesawat mendarat dalam keadaan normal. Saat itu, bandara sedang turun hujan. Sayangnya, tak lama setelah pendaratan mulus itu, ban pesawat pecah. Untungnya, tidak ada korban dari peristiwa itu.

Saat ini, pesawat tersebut sudah ditangani untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Irfan mengatakan seluruh penumpang dalam kondisi baik. “Seluruh penumpang pada penerbangan GA-532 tersebut mendarat dengan selamat dan dalam kondisi baik,” jelasnya.

Kendala Teknis

insiden pesawat pecah ban
HeloBorneo.com – Aditya Putra Patria, Kepala Bagian Humas Bandara Internasional Syamsudin Noor

Aditya Putra Patria, Kepala Bagian Humas Bandara Internasional Syamsudin Noor, mengatakan bahwa insiden pesawat pecah ban itu bukan suatu kecelakaan, karena pendaratan sudah selesai dan berlangsung mulus. Namun, saat hendak melakukan manuver menuju apron, pesawat tersebut mengalami kendala teknis yang mengakibatkan pecahnya ban pesawat Garuda itu.

Buntut peristiwa naas itu, ada tiga aktivitas keberangkatan dan kedatangan yang mengalami penundaan. Pasalnya, kegiatan penerbangan diberhentikan sesaat untuk memberi kesempatan pihak bandara melakukan evakuasi dan tindakan terhadap kejadian tersebut.

Sebagaimana diberitakan, pesawat GA-532 membawa penumpang berjumlah 30 orang dari Jakarta menuju Banjarmasin. Para penumpang tersebut selamat, dan langsung dievakuasi ke terminal Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarmasin. (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 7
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    7
    Shares