30 January, 2023

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Demi Tekan Inflasi, Disdag Kalsel Gelar Pasar Murah di Tapin

Demi tekan inflasi yang merambat naik, pihak Pemprov Kalsel mulai bergerak cepat. Melalui Dinas Perdagangan, pemprov menggelar pasar murah di salah satu desa yang terletak pada Kabupaten Tapin.

_______________________________________

tekan inflasi
Demi tekan inflasi yang merambat naik, pihak Pemprov Kalsel mulai bergerak cepat. Melalui Dinas Perdagangan, pemprov menggelar pasar murah di salah satu desa yang terletak pada Kabupaten Tapin. | HeloBorneo.com — Ilustrasi. (Foto: iStockphoto/blackred)

 

RANTAU | Langkah Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi Kalimantan Kalimantan Selatan mengadakan pasar murah di Desa Batang Lantik, Kabupaten Tapin, ini guna menekan inflasi daerah.

Kepala Bidang Dalam Negeri Disdag Kalsel Nazaruddin Alhaidar mengungkapkan bahwa harga di pasar murah itu lebih murah ketimbang harga normalnya. “Dibandingkan harga di pasaran ada potongan hingga 20 persen, bervariatif,” ujarnya di Rantau, sebagaimana dikutip dari Antara, Senin (21/11/2022).

Tekan Inflasi Lewat Operasi Pasar Rutin

Kegiatan ini, jelas Nazaruddin Alhaidar, kerpa melakukan kegiatan semacam  ini. Pihaknya, aku dia, rutin menggelar pasar murah di beberapa wilayah Kalsel dengan tujuan tekan inflasi. Dengan demikian harga di pasar tetap dalam batas normal.

Dikatakannya, pasar murah yang digelar oleh pihak Pemprov Kalsel terdiri dari beberapa tempat. “Ada 34 titik pasar murah di Kalsel. Selanjutnya, kita akan ke Kabupaten Hulu Sungai Selatan,” ujarnya.

Inflasi Mulai Turun

Saat ini, sudah ada penurunan inflasi di Kalsel. Salah satu faktor yang mempengaruhi itu, kata dia, adalah intensitas pelaksanaan pasar murah yang dilakukan pemerintah provinsi dan daerah.  “Sudah turun sekitar 0,7. Masuk dalam kategori aman,” ungkapnya.


tekan inflasi
HeloBorneo.com — Dinas Perdagangan Kalimantan Selatan menggelar pasar murah di Kabupaten Tapin dengan tujuan menekan inflasi daerah, Senin, (21/11/2022). Beragam bahan pokok dijual dengan potongan hingga 20 persen dibandingkan harga normal. (Foto: ANTARA/Muhammad Fauzi Fadilah)

 

Kepala Bidang Stabilitasi dan Sarana Distribusi Disdag Tapin Supriadi mengungkapkan pasar murah yang digelar pemerintah provinsi di daerahnya ini secara langsung mendukung program penanganan inflasi daerah.

“Kita juga rutin melaksanakan pasar murah. Dari 12 kecamatan sudah tiga titik kita sambangi. Alhamdulillah, masyarakat sangat antusias,” ujarnya.

Kegiatan menggelar pasar murah demi tekan  inflasi itu menyediakan berbagai kebutuhan dasar rumah tangga. Beragam bahan pokok dijual di pasar murah itu, misalnya ; minyak goreng, beras, bawang merah, bawang putih, ikan hingga telor.  (*[HeloBorneo.com]



 

Bagi artikel ini