25 February, 2021

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Pertambangan Dituding Salah Satu Penyebab Bencana Banjir Kalsel, Ini Pembelaan Adaro Energy

2 min read
bencana banjir kalsel
HeloBorneo.com – Kegiatan pertambangan batu bara di wilayah operasional PT Adaro Energy Tbk. – adaro.com

JAKARTA | Bencana banjir Kalsel yang terjadi di awal tahun ini diduga tak lepas dari kerusakan lingkungan dan alih fungsi kawasan hutan. Salah satu yang dituding adalah aktivitas pertambangan batubara.

PT Adaro Energy Tbk diketahui menjadi salah satu perusahaan tambang batubara berskala jumbo yang beroperasi di Kalsel. PErusahaan ini dituding sebagai salah satu perusahaan tambang yang menjadi penyebab bencana banjir Kalsel. Pasalnya, melalui anak usahanya, PT Adaro Indonesia, memiliki konsesi lebih dari 30.000 hektare (ha) di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Pembelaan Adaro Energy

Head of Corporate Communication perusahaan yang memiiki kode ADRO di BEJ ini, yaitu Febriati Nadira, tidak secara spesifik menanggapi dugaan aktivitas tambang batubara terhadap bencana banjir Kalsel seperti yang ditudingkan publik.

Hanya saja, sebagai kontraktor pemerintah dan perusahaan publik, dia mengklaim bahwa Adaro telah menerapkan prinsip tata kelola pertambangan yang baik (good mining practices)

“Termasuk dalam merehabilitasi daerah aliran sungai,” ujarnya, sebagaimana dilansir dari Kontan.co.id, Kamis (21/1).

Berdasarkan penjelasannya, ADRO telah menyejahterakan sebagian hasil tanaman rehabilitasi DAS kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada September 2020.

Rehabilitasi DAS sebagai upaya hindari bencana banjir Kalsel

Sebagai salah satu pemegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH), Nadira juga mengklaim bahwa pihaknya sudah melaksanakan rehabilitasi DAS di luar konsesinya, yaitu di Kabupaten Banjar, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dan Kabupaten Barito Selatan, Provinsi Kalimantan Selatan.

“Sebagai bagian dari upaya pemulihan tutupan lahan yang dapat meningkatkan infiltrasi dan mengurangi potensi banjir,” jelas dia.

Dalam melakukan rehabilitasi DAS, imbuhnya, ADRO juga telah melibatkan masyarakat dalam persiapan penanaman, kegiatan penanaman dan pemeliharaannya. Termasuk dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan melalui kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA).

“Tahun 2020 Adaro menerima penghargaan Proper Emas yang ketiga kalinya. Menunjukkan kinerja perusahaan luar biasa dan lebih dari yang dipersyaratkan pemerintah (beyond compliance) dalam pengelolaan lingkungan hidup,” tukasnya. (Sumber: Kontan) (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    1
    Share