27 November, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Banjir Landa Tapin, BMKG Ingatkan Warga Waspada Cuaca Ekstrem

4 min read
banjir tapin
HeloBorneo.com – Prakiraan kondisi cuaca di Kalsel (Stamet Syamsudin Noor)

____________________

BANJARBARU | Banjir Tapin kembali melanda. Hujan merata dan deras mulai menggurus wilayah-wilayah di Indonesia. Tak hanya ibukota Jakarta dan sekitarnya yang terdampak bencana banjir akibat cuaca ekstrem disana. Di wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel), khususnya wilayah Kabupaten Tapin, bencana banjir pun mulai menghadang warga.

Hujan deras sejak Selasa (31/12) malam dan berlanjut hingga Rabu (1/1) pagi membuat wilayah Kecamatan Cempaka kebanjiran. Luapan air sungai menggenangi permukiman warga sejak pagi di awal tahun baru 2020.

Berdasarkan pengamatan, Tiga wilayah rawan banjir di musim hujan terdampak banjir. Ketiganya yaitu kawasan Basung, Kertak Baru, serta Sungai Tiung. Ketinggian banjir pun beragam. Mulai dari banjir setinggi mata kaki, hingga ada yang mencapai lutut orang dewasa. Sementara, di bantaran sungai Los Basung, banjir juga melanda pemukiman warga. Kurang lebih seratus rumah warga tergenang banjir. Sekitar lebih dari 200 jiwa terpaksa mengungsi tanpa sempat menyelamatkan barang-barang berharga mereka. Banjir di tempat itu mulai datang Rabu 13.00 WITA siang, dan naik secara perlahan.

Belum Separah Banjir 2013

banjir tapin
HeloBorneo.com – Suasana banjir dari luapan sungai di Los Basung Cempaka yang meluap. (Foto: Muhammad Rifani/Radar Ba njarmasin)

Banjir yang melanda wilayah ini belum separah banjir sebelumnya yang melanda 7 tahun lalu. Kala itu, ketinggian air mencapai sekitar dua meter akibat luapan sungai Basung. Namun, berkat pengerukan sungai serta pembuatan embung air, kondisi banjir tidak terlalu parah.

Keberadaan embung cukup membantu menampung luapan air bah dari sungai Basung. Dengan demikian, luberan air banjir tidak sebanyak banjir pada tahun 2013.

Rilis Informasi BPBD Banjarbaru dan Kalsel

BPBD Kota Banjarbaru merilis informasi terkait banjir yang mulai terjadi sejak Rabu (1/1) pukul 06.00 WITA. Berdasarkan pengamatan petugas lapangan BPBD Kota Banjarbaru, genangan banjir berdampak pada 34 Rumah dan sekolah Miftahul Khairiyah dengan ketinggian sekitar 50 cm.

BPBD Kalsel telah menerima tiga laporan kejadian banjir. Yakni, di Martapura (Kabupaten Banjar) dan Cempaka (Banjarbaru), serta Tapin yang mengalami banjir paling parah diantara ketiganya. Selain itu, ada empat daerah yang menetapkan status bencana menjadi siaga darurat. Yakni, Tapin, HSS, Barito Kuala.dan Banjar.

Saat ini, tim dari BPBD masih bersiaga di lokasi banjir untuk memastikan daerah yang terendam sudah aman. Perahu karet juga telah disiagakan di eilayah yang terdampak bencana banjir.

Selain itu hujan deras yang turun dalam beberapa hari terakhir sudah menjadi musibah tahunan bagi masyarakat Tapin. BPBD pun mengingatkan warga untuk bersiap menghadapi kiriman air dari wilayah pegunungan. Hujan deras pun melanda wilayah pegunungan sekitar Tapin yang berpotensi mengalirkan banjir bandang ke wilayah pemukiman.

Imbauan bagi masyarakat yang berada di sekitar bantaran sungai Tapin agar waspada dan siaga, sekiranya air kiriman datang.

Peringatan BMKG Kalsel

Beberapa hari terakhir ini, cuaca ekstrem memang terjadi di beberapa wilayah Kalsel.Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalsel menyampaikan, peringatan bagi masyarakat. Cuaca ekstrem yang terjadi merata di semua wilayah Kalsel, yang saat ini telah memasuki musim hujan.

BMKG Kalsel merilis informasi terkini terkait peringatan dini cuaca di wilayah Kalimantan Selatan pada Kamis (2/1/2020). Berdasarkan pengamatan dari Stasiun Meteorologi (Stamet) Syamsudin Noor, pada pukul 11:30 WITA masih berpotensi terjadi hujan lebat disertai angin.

Prakirawan-BMKG Kalimantan Selatan meminta daerah-daerah di Tapin untuk waspada menghadapi cuaca ekstrem.

“Masih berpotensi terjadi Hujan Sedang-Lebat yang dapat disertai Kilat atau Petir dan Angin Kencang pada pukul14:00 WITA di Amuntai Selatan, Danau Panggang, Sungai Pandan, Amuntai Tengah, Babirik, Daha Utara, Daha Selatan, Candi Laras Utara, Kuripan, Tabukan, Bakumpai, Candi Laras Selatan, Tapin Tengah, Simpang Empat, Pengaron, Binuang, Kusan Hulu, Labuan Amas Utara, Astambul, Karang Intan, Aranio, Belawang, Barambai, Anjir Pasar, Satui, Pelaihari, Hampang, Kelumpang Hulu, Sungai Durian, dan dapat meluas ke wilayah Tapin Selatan, Cempaka, Banjar Baru, Martapura, Landasan Ulin, Cerbon, Rantau Badauh, Mandastana, Kandangan, Kalumpang, Bakarangan, Kintap, Jorong, Bati-Bati, Batu Licin, Mekar Sari, Anjir Muara, Alalak, Tamban, Telaga Bauntung, Bungur, Sei Pinang, dan sekitarnya. Kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga pukul16:00 WITA,” ujar prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas II Syamsudin Noor, yang dirilis melalui situs resminya.

banjir tapin
HeloBorneo.com – Ilustrasi: Tangkapan layar peringatan banjir di wilayah Kalsel. (Foto:  stamet.syamsudinnoor.bmkg.go.id)

____________________

Potensi Cuaca Ekstrem Hingga Maret

Memasuki musim hujan identik dengan angin Monsun Asia. angin ini membawa massa udara basah memasuki Indonesia. Akibatnya, terjadi peningkatan jumlah curah hujan di hampir seluruh wilayah Indonesia. Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat akan terus terpantau hingga akhir musim hujan. Menurut perkiraan, musim hujan berakhir di penghujung Februari hingga awal Maret.

BMKG Kalsel mengimbau masyarakat waspada selama musim hujan. Terutama jika hujan turun dengan intensitas lebat. Biasanya angin kencang, longsor dan banjir akan turut menyertai hujan dengan intensitas lebat itu. Terlebih pada saat puncak musim hujan yang diperkirakan sampai akhir Januari 2020.

Sampah Banjir Mulai Menumpuk

Tingginya curah hujan di Kalimantan Selatan juga telah meningkatkan debit air Sungai Tapin secara drastis. Saat ini, Kamis (2/1/2020), kondisinya sudah masuk dalam zona siaga. Tumpukan sampah akibat banjir juga menjadi masalah lain yang tidak terhindarkan. Tumpukan sampah ranting dan eceng gondok serta sampah plastik dan botol-botol yang menyesaki rangka jembatan nyaris membuat jembatan terbawa arus.

banjir tapin
HeloBorneo.com – Sampah kiriman yang menumpuk di jembatan Guntur Jalan Kesumagiri Kelurahan Rangda Malingkung Kecamatan Tapin Utara. (Foto: Rasidi Fadli/Radar Banjarmasin)

___________________

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  bersama Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PU, TNI, Polri dan warga setempat bahu pun bersama-sama membersihkan sampah di sepanjang aliran sungai. agar tidak mengganggu jembatan yang menjadi prasarana vital bagi transportasi warga. (*) [HeloBorneo.com]

 

Bagi artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *