25 September, 2021

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Antisipasi Banjir Berulang, Pemkot Banjarmasin Bakal Aktifkan Kembali 9 Kanal Buatan Belanda

antisipasi banjir berulang
HeloBorneo.com – Pemkot Banjarmasin berupaya menghidupkan kembali kanal-kanal buatan Belanda demi antisipasi banjir berulang di masa datang. Wali Kota H Ibnu Sina sedang meninjau Sungai Jalan A Yani. (Foto: Antaranews Kalsel/dok ant)

 

BANJARMASIN | Demi antisipasi banjir berulang di masa datang, Pemerintah Kota Banjarmasin berniat untuk kembali mengaktifkan kanal-kanal buatan Belanda.

Demikian Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina menyampaikan niatan tersebut. Akibat bencana banjir yang melanda sejak pertengahan bulan Januari lalu hingga kini, pemerintah kota berupaya menghidupkan kembali kanal-kanal yang pernah dibuat Belanda di masa lalu.

Menurut penuturan Ibnu Sina, jumlah nya ada sekitar 9 kanal yang akan dipakai sebagai antisipasi banjir berulang. “Ada sembilan kanal buatan Belanda di kota kita ini, harus kita hidupkan lagi,” ujarnya sebagaimana dilansir dari Antara, Selasa (2/2/2021).

Antisipasi banjir berulang dengan menghidupkan kanal buatan Belanda

Menurut Ibnu Sina, kanal-kanal buatan itu tentunya memiliki fungsi yang vital bagi penanggulangan bencana banjir, sehingga harus dilancarkan betul. Lebih lanjut dia menyebutkan beberapa kanal yang dibuat Belanda pada masa penjajahan dulu. Diantaranya yaitu sungai di Jalan Sutoyo, sungai di jalan Veteran dan sungai di jalan A Yani.

Tidak main-main, Pemerintah Kota Banjarmasin bahkan sudah membentuk satuan tugas (Satgas) normalisasi sungai dan drainase terhitung sejak Selasa (2/2/2021) kemarin. hal ini sebagai langkah nyata antisipasi banjir berulang dengan melakukan normalisasi kanal-kanal peninggalan Belanda tersebut

Antisipasi banjir berulang harus dilakukan secara serius

Ibnu Sina menegaskan bahwa penanganan kelancaran aliran sungai dan drainase di kota ini perlu dilakukan dengan sangat serius. Apalagi setelah musibah banjir yang hampir tidak pernah terjadi sebesar ini melanda ibu kota provinsi Kalsel.

“Jadi kita minta para lurah dan camat untuk mendata sungai-sungai di wilayahnya yang terganggu alirannya karena tertutup bangunan atau lainnya, sehingga dapat kita tertibkan,” tutur Ibnu Sina.

Sebagai kota berjuluk seribu sungai, kata dia, Banjarmasin memang dipersoalkan dengan banyaknya bangunan yang terkena badan sungai, hingga sungai menjadi menyempit, otomatis alirannya kurang maksimal.

Dia meminta masyarakat yang bangunannya atau rumahnya menyalahi aturan berada di atas sungai, bahkan hingga menutupi total alirannya untuk membongkar dengan kesadaran sendiri.

“Kami utamakan penegakan persuasif, pastinya akan tegas juga, demi kebersamaan untuk mengatasi banjir di masa akan datang,” pungkasnya. (sumber: Antara) (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 2
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    2
    Shares