27 September, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Waspada! Seorang Pasien Positif Covid-19 di Magetan Diduga ‘Kabur’ ke Kalbar

2 min read
Seorang pasien positif covid-19 di Magetan
HeloBorneo.com – Ilustrasi petugas berlari menghampiri ambulans pengangkut pasien Corona. (Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

MAGETAN | Seorang pasien positif covid-19 di Magetan diduga melarikan diri ketika hendak dibawa ke rumah sakit. Kemudian, pasien tersebut kuat diduga kabur ke provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).

Sebagaimana diberitakan vivanews.com Kamis (23/4/2020), sebanyak empat dari 34 kasus Coronavirus Disease atau Covid-19 baru di Jawa Timur berasal dari Kabupaten Magetan. Tiga pasien positif sudah dirawat di rumah sakit rujukan di kabupaten setempat. Sementara, satu pasien positif lainnya tidak berada di tempat tinggalnya. Seorang pasien positif covid-19 di Magetan ini diduga pulang tanpa pamit ke Kalimantan Barat (Kalbar).

Asal Satu Kecamatan

Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Magetan, Saif Muchlissun, menjelaskan bahwa keempat pasien positif baru itu semuanya berasal dari Kecamatan Karas. Ia tak menyebut dari desa mana. Mereka adalah AW (45 tahun), SS (51), AS (54), dan MAN (37). MAN ternyata sudah tidak ada di tempat tinggalnya saat akan dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit di wilayah itu.

Saif mengatakan, diduga MAN pulang tanpa pamit ke daerah asalnya di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Sesuai penelusuran Gugus Tugas, ternyata Saudara MAN ini ber-KTP Kalimantan Barat. Dari Kabupaten Mempawah,” ujar melalui keterangan tertulis, Rabu (22/4/2020) malam.

Ia mengatakan, setelah mengetahui itu, Gugus Tugas Covid-19 Magetan langsung berkoordinasi dengan otoritas Mempawah. “Saat ini Gugus Tugas sudah langsung koordinasi dan melaporkan ke aparat di sana di Pemkab Mempawah,” ujar Kepala Dinas Kominfo Magetan itu.

Hasil Tracing Pasien

Berdasarkan informasi diperoleh, keempat pasien positif baru itu adalah hasil dari tracing pasien positif kesepuluh. Pasien nomor 10 itu kini masih dirawat di RSUD Soedono Madiun. Ia merupakan warga sekitar Pesantren Al-Fatah. Pesantren tersebut kini ‘dikarantina’ setelah 43 santrinya asal Malaysia terkonfirmasi positif saat mereka tiba di negara mereka.

Dari pasien kesepuluh itu, diketahui 26 orang pernah menjalin kontak dengan pasien corona kesepuluh. Setelah dilakukan pemeriksaan dan tes PCR, terkonfirmasi empat di antaranya positif corona. Hal ini juga telah diumumkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada Rabu (22/4/2020) malam.

Berawal dari Klaster Bogor

Kasus positif corona ditemukan di Magetan berawal dari Klaster Bogor, dari sebuah pertemuan di sana. Di pertemuan itu, terdapat satu peserta kelahiran Magetan yang positif dan dirawat. Pasien itu lalu meninggal di rumah sakit Solo, Jawa Tengah. Almarhum kemudian dimakamkan di Magetan dan menulari delapan orang.

Kemudian ditemukan lagi kasus kesepuluh, yaitu adanya seorang warga Temboro yang berdomisili di sekitar Pesantren Al-Fatah. Ia memiliki pondok kecil dan memiliki murid yang juga santri di Pesantren Al-Fatah. Nah, dari pasien kesepuluh itulah kemudian tertular empat orang yang baru dinyatakan positif. Dengan demikian, total kasus di Magetan kini berjumlah 14. (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •