28 July, 2021

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Waspada! Dinkes Kota Pontianak Sebut Tingkat Hunian Rumah Sakit Sudah Kritis

Tingkat hunian rumah sakit di Kota Pontianak sudah masuk ke level kritis. Hal ini cukup mengkhawatirkan di tengah meledaknya kasus positif COVID-19 pasca lebaran.

_____________________________________________

Tingkat hunian rumah sakit, Kota Pontianak, positif covid-19
Tingkat hunian rumah sakit di Kota Pontianak sudah masuk ke level kritis. Hal ini cukup mengkhawatirkan di tengah meledaknya kasus positif COVID-19 pasca lebaran. | HeloBorneo.com — Ilustrasi: Petugas kesehatan Dinkes Kalbar melakukan tes usap COVID-19 kepada guru dan staf di SMA Negeri 1 Pontianak. (Foto: ANTARA/Rendra Oxtora)

 

PONTIANAK | Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat mengungkapkan kenyataan mengkhawatirkan itu. Disebutkan, saat ini tingkat hunian rumah sakit, terutama ruang intensive care unit (ICU) telah di atas 80 persen atau kategori kritis.

Sebagaimana dilansir dari Antara, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Sidiq Handanu di Pontianak, Kamis (10/6/2021) menyatakan abhwa angka itu sudah melewati level kritis. “Jadi angka di atas 80 persen itu sudah melebihi titik kritis,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sidiq mengatakan bahwa tingkat hunian rumah sakit di ruang ICU telah di atas 80 persen, sedangkan ruang isolasi biasa di rumah sakit berada di kisaran 70-80 persen.

Tingkat hunian rumah sakit di level kritis imbas peningkatan kasus COVID-19

Sidiq Handanu mengungkapkan bahwa selain naiknya tingkat hunian rumah sakit, angka kematian akibat COVID-19 juda meningkat dalam dua bulan terakhir. “Untuk angka kematian kasus COVID-19 juga terjadi peningkatan dalam dua bulan terakhir atau relatif tinggi, naik dari hari-hari biasa,” ungkap Sidiq.

Angka Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat hunian di rumah sakit juga sudah di atas 80 persen, sedangkan pasien yang meninggal dunia akibat tertular virus corona jenis baru itu juga mengalami peningkatan.

Pemberlakuan PPKM secara ketat

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono sebelumnya juga mengatakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang akan diberlakukan berupa pembatasan jam operasional untuk mencegah terjadinya kerumunan serta peningkatan fasilitas kesehatan.

Edi Rusdi Kamtono mengharapkan masyarakat Pontianak bisa menahan diri dan bersabar dalam menghadapi pandemi COVID-19 agar penyebarannya dapat menurun.

Penerapan PPKM secara ketat di ibu kota Kalbar ini menargetkan agar masyarakat selalu menggunakan masker, terutama pada tempat-tempat keramaian, seperti pasar, acara pertemuan maupun warung kopi. Selain pemakain masker, aktivitas warga juga akan dilakukan pembatasan hingga pukul 21.00 atau 22.00 WIB.

“Untuk tingkat RT/RW diharapkan bisa menjaga warganya agar tidak ada yang melakukan kegiatan yang berdampak atau menimbulkan keramaian,” katanya.

Edi menambahkan PPKM secara ketat di Kota Pontianak dilakukan karena adanya peningkatan kasus COVID-19, terutama mereka yang bergejala. (*) [HeloBorneo.com

 

Bagi artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •