Wed. Jul 8th, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Waduh! Napi di Singkawang Baru Keluar Bui Asimilasi Covid-19, Langsung Curi Motor

2 min read
Napi di Singkawang
HeloBorneo.com – Ilustrasi: tersangka pencurian motor. (Foto: ANTARA FOTO/Rahmad)

SINGKAWANG | Napi di Singkawang baru saja keluar penjara karena mendapatkan program asimilasi pencegahan penyebaran virus covid-19. Sayangnya, tak lama keluar penjara, langsung ditangkap pihak kepolisian akibat kasus pencurian motor.

Dilansir dari Antara, kejadian ini terjadi di Kota Singkawang, Kalimantan Barat (Kalbar). Diberitakan, Polres Singkawang menangkap dua pelaku pencurian kendaraan bermotor berinisial IC dan AC di wilayah yurisdiksi mereka. Setelah dilakukan interogasi, didapati bahwa satu di antara pelaku adalah mantan narapidana penerima program asimilasi covid-19. Padahal, pelaku baru saja dibebaskan pada 9 April lalu.

Kasat Reskrim Polres Singkawang AKP Tri Prasetiyo mengatakan, kedua pria ini ditangkap di dua lokasi yang berbeda. IC ditangkap di Kabupaten Sambas dan AC ditangkap di Kota Singkawang.

“Berdasarkan interogasi, kedua tersangka ini merupakan residivis yang baru saja bebas dari Lapas Singkawang,” ujarnya, Selasa (14/4/2020).

Tiga Laporan

Pihak kepolisian menangkap kedua tersangka berdasarkan tiga laporan polisi (LP) yang masuk ke Mapolres Singkawang. Laporan itu mengenai pencurian kendaraan bermotor. AKP Tri Prasetiyo mengatakan bahwa masing-masing napi di Singkawang yang menjadi tersangka memiliki cara tersendiri dalam menjalankan aksi pencurian motor itu.

Tersangka IC melakukan pencurian dua kendaraan bermotor dengan memanfaatkan kondisi motor yang mudah untuk dibawa lari. “Yaitu dengan cara merusak stang motor, lalu pelaku merusak kuncinya tanpa menggunakan kunci palsu,” jelas AKP Tri Prasetiyo.

Sementara pelaku AC memiliki cara lain. AC berpura-pura minta diantar korban berkeliling Kota Singkawang. Setelah dirasa aman, pelaku melakukan pengancaman terhadap korban tepatnya di depan SMA Negeri 2 Singkawang.

Barang Bukti dan Ancaman Hukuman 

Selain mengamankan kedua tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti berupa tiga unit sepeda motor yang diduga hasil pencurian yang dilakukan kedua tersangka.

“Atas perbuatannya, kedua tersangka akan dikenakan Pasal 365 ayat 1 tentang pencurian dengan kekerasan dan diancam dengan hukuman penjara maksimal 7 tahun,” tegasnya.

Sementara tersangka IC dan AC tak bisa berkata banyak atas perbuatan yang dilakukannya. Perbuatan itu dilakukan demi memenuhi kebutuhan sehari-sehari. “Cuma untuk kebutuhan hidup saja pak, tidak ada yang lain,” ujarnya. (*) [HeloBorneo.com]

Suka artikel ini? Silakan bagikan melalui media sosial anda: