17 April, 2021

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Vaksinasi COVID-19 untuk Lansia Dimulai Maret, Ini Harapan Dinkes Pontianak

2 min read

Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) segera melancarkan vaksinasi COVID-19 untuk lansia pada awal Maret 2021. 

_____________________________________________

vaksinasi COVID-19 untuk lansia, pontianak
HeloBorneo.com — Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono di Pontianak, saat pencanangan vaksinasi COVID-19 pada berbagai kalangan masyarakat di kota itu. (Foto: ANTARA/Dok.)

 

PONTIANAK | Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat fokus melakukan vaksinasi pada masyarakat kelompok lansia yang ada di kota itu.

“Untuk program vaksinasi pada masyarakat kelompok lansia tersebut ada tersedia 17 ribu dosis vaksin COVID-19,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu di Pontianak, Rabu (24/2/2021) dilansir dari Antara.

Sidiq Handanu menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi pada masyarakat kelompok lansia dengan usia 60 tahun ke atas diperkirakan awal Maret 2021 mendatang.

Harapan terkait vaksinasi COVID-19 untuk lansia

Harapannya, program vaksinasi yang tengah berjalan ini bisa membantu menurunkan angka keterjangkitan COVID-19 di Kota Pontianak. Demikian pula halnya dengan vaksinasi COVID-19 untuk lansia yang akan segera dimulai.

Vaksinasi lanjutan setelah tenaga kesehatan dan akan ditujukan bagi kelompok lanjut usia (lansia) dan beberapa pelayan publik, seperti guru, PNS serta anggota TNI dan Polri.

“Kami berharap dengan gencarnya melakukan vaksinasi, maka jumlah kasus atau angka penularan COVID-19 di Kota Pontianak turun terus sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti biasanya,” ujarnya.

Penjelasan zona orange

Terkait soal status zona orange yang masih melekat di kota itu, Sidiq Handanu menambahkan, bahwa yang perlu dipahami terkait zona ini adalah merupakan tingkat risiko penularan virus COVID-19 itu.

Sebagai gambaran, misalnya pada pekan ini kasus konfirmasi positif COVID-19 bertambah dari pekan lalu maka dipastikan menyebabkan perubahan zona dari sebelumnya. “Tanpa melihat berapapun jumlah penambahan kasus tersebut,” jelasnya.

Namun dirinya menambahkan, secara umum di Kota Pontianak bila dilihat dari tingkat hunian rawat inap di rumah sakit yang ada, masih bisa dikatakan terkendali karena jumlah pasien yang dirawat atau bed occupation rate masih dibawah 30 persen.

Sidiq mengingatkan masyarakat tetap waspada dan tidak lengah meskipun kasus yang ada banyak Orang Tanpa Gejala (OTG), dengan selalu menerapkan protokol kesehatan, yakni selalu menggunakan masker, rajin cuci tangan menggunakan sabun, serta jaga jarak aman.

“Kuncinya adalah bagaimana kita melaksanakan protokol kesehatan walaupun aktivitas yang dilakukan sudah hampir normal tapi protokol kesehatan tetap dilaksanakan,” pungkasnya. (sumber: Antara) (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 3
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    3
    Shares