23 September, 2021

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Target Vaksinasi COVID-19 Kalbar, Sutarmidji Harap Bisa Capai 70 Persen

Target Vaksinasi COVID-19 Kalbar terus dikebut. Sutarmidji berharap vaksinasi di provinsi yang dipimpinnya itu bisa mencapai 70 persen.

_____________________________________________

Target Vaksinasi COVID-19 Kalbar, Sutarmidji, herd immunity
Target Vaksinasi COVID-19 Kalbar terus dikebut. Sutarmidji berharap vaksinasi di provinsi yang dipimpinnya itu bisa mencapai 70 persen. | HeloBorneo.com — Ilustrasi: Vaksin COVID-19. (Grafis: Tim Pewarta)

 

PONTIANAK | Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, mengungkapkan harapannya terkait vaksinasi COVDI-19Kalbar yang sedang berjalan saat ini.

Sutarmidji juga memberikan apresiasi terkait kegiatan vaksinasi COVID-19 massal yang diselenggarakan organisasi masyarakat. Kegiatan tersebut terselenggara berkat kerja sama pemerintah daerah, TNI, dan Polri.

Terkait kegiatan vaksinasi COVID-10 Kalbar yang gencar dilakukan seperti ini, Sutarmidji berharap target vaksinasi di Kalimantan Barat bisa mencapai 70 persen. Target tersebut diharapkan  dapat segera tercapai demi mempercepat terwujudnya kekebalan komunal, atau herd immunity di Kalbar dan juga nasional.

Target vaksinasi COVID-19 Kalbar dan pesan Sutarmidji

Saat meninjau pelaksanaan vaksinasi COVID-19 massal yang berlangsung pada Sabtu (7/8/2021), Sutarmidji memberikan pesan penting kepada segenap masyarakat Kalbar agar tetap waspada walau sudah divaksin.

“Oleh karena itu, target pemberian vaksin kepada penduduk yang berada di suatu wilayah berjumlah minimal 70 persen. Bagi yang sudah divaksin dua kali, jangan merasa tidak akan terpapar. Karena sudah divaksin dan (kemudian) tidak memakai masker lagi. Tetap pakai masker dan patuhi protokol kesehatan,” pesan Sutarmidji saat memberikan sambutan dan membuka kegiatan vaksinasi massal.

Kegiatan tersebut bertempat di Rumah Adat Melayu Kalimantan Barat, Sabtu (7/8/2021), dan terselenggara hasil kerja sama Perkumpulan Merah Putih, DPD RI, TNI, Polri, serta Pemprov Kalbar.

Berdasarkan penjelasan Sutarmidji, prosedur mengikuti vaksinasi COVID-19 harus betul-betul dicermati. “Bagi peserta yang sudah mendaftar secara online, diminta untuk datang sesuai waktu yang telah ditentukan. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi kerumunan di waktu tertentu,” jelasnya.


Target Vaksinasi COVID-19 Kalbar, Sutarmidji, herd immunity
HeloBorneo.com — Sutarmidji memperhatikan vaksinasi COVId-19 warganya. (Foto: Humas Pemprov Kalbar)

 

Vaksinasi COVID-19 memberikan kekebalan dan menghindarkan dari gejala fatal

Lebih lanjut, Sutarmidji mengungkapkan bahwa dampak positif vaksinasi COVID-19 memberikan perlindungan dan menghindarkan orang yang sudah divaksin dari gejala fatal bila terpapar virus tersebut.

“Orang yang sudah divaksin tidak akan mengalami hal yang fatal ketika terpapar Covid-19. Risiko terinfeksi dan menularkan virus akan jauh lebih kecil dan bisa cepat sembuh. Vaksin juga berfungsi mendorong kekebalan kelompok dalam masyarakat. Artinya, orang yang tidak mendapatkan vaksin, seperti bayi yang baru lahir atau penderita kelainan sistem imun, akan mendapatkan perlindungan melalui mereka yang telah divaksin,” ungkap Sutarmidji.

Vaksinasi sebagai upaya proaktif kejar herd immunity

Lebih lanjut Gubernur mengatakan, program vaksinasi merupakan upaya proaktif dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19, serta mendukung akselerasi pemulihan kesehatan masyarakat. Melalui pemberian vaksin, daya tahan tubuh masyarakat akan lebih kuat dalam menangkal virus. Dengan demikian, target mencapai kekebalan komunal atau herd immunity bisa segera tercapai.

H. Sutarmidji mengatakan, upaya pemulihan kegiatan masyarakat menjadi semakin memungkinkan untuk dilaksanakan apabila terbentuk kekebalan komunal. Dengan begitu, roda perekonomian di Kalimantan Barat dapat kembali bergerak, namun tetap dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Terakhir, Sutarmidji meminta masyarakat Kalbar bersabar menunggu giliran vaksinasi COVID-19. “Sementara itu, masyarakat Kalimantan Barat yang belum mendapatkan vaksin tidak perlu khawatir, karena tetap akan divaksin. Masyarakat hanya perlu bersabar menunggu ketersediaan vaksin,” tutupnya. (*) [HeloBorneo.com]

 

Bagi artikel ini
  • 27
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    27
    Shares