Sat. Jul 11th, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Sutarmidji Sebut Kemungkinan Pontianak Terapkan PSBB, Ini Alasannya

3 min read
Sutarmidji sebut kemungkinan Pontianak terapkan PSBB
HeloBorneo.com – Ilustrasi: Tim medis RSUD dr Murjani Sampit saat simulasi penanganan pasien suspect COVID-19, Rabu (29/1/2020) lalu. Simulasi dilakukan untuk memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana. (Foto: ANTARA/Norjani)

PONTIANAK | Sutarmidji sebut kemungkinan Pontianak terapkan PSBB, atau Pembatasan Sosial Berskala Besar. Hal ini mengacu pada realita Kota Pontianak saat ini sudah menjadi tempat terjadinya transmisi lokal penyebaran virus corona atau covid-19.

Gubernur Kalbar, Sutarmidji pun mengungkapkan alasan dibalik kemungkinan penerapan kebijakan itu.

Penularan Lokal

Sutarmidji menyebutkan bahwa penyebaran covid-19 di Pontianak, sudah masuk tahap transmisi lokal, atau penularan lokal. Itu berarti kasus covid-19 di Pontianak bukan lagi kasus impor, atau kasus yang berasal dari warga yang keluar daerah atau ke luar negeri.

Itu artinya, penularan sudah berlangsung antar warga di ibukota Provinsi Kalbar itu. Sutarmidji bahkan sudah mewanti-wanti hal ini sejak tiga minggu lalu.

“Kota Pontianak berdasarkan apa yang ditulis di Website Kemenkes, penularan virus COVID-19 tidak lagi karena yang bersangkutan baru dari luar daerah atau luar negeri, tetapi penularan di Pontianak sudah dari warga ke warga, Maka saya minta jangan keluar rumah, jaga jarak ketika bertemu dan selalu pakai masker,” ujarnya sebagaimana dilansir dari Antara, Kamis (26/3/2020) lalu.

Banyak Kasus Tanpa Gejala

Alasan lainnya, karena ditemukan banyak kasus positif, padahal yang bersangkutan tidak menunjukkan gejala pada umumnya, alias OTG atau orang tanpa gelaja. Pada kasus-kasus ini, yang bersangkutan terlihat seperti orang sehat sahaja. Hal ini mendorong Sutarmidji sebut kemungkinan Pontianak terapkan PSBB.

“Kalau Kalbar belum tapi untuk Pontianak sangat mungkin, karena sudah transmisi lokal, banyak kasus orang tanpa gejala (OTG),” ujarnya, dilansir dari Tribun, Jumat (17/4/2020).

Sutarmidji menjelaskan kondisi Pontianak saat ini tidak cukup baik terkait penyebaran  covid-19. Dia mengatakan ditemukan banyak kasus positif, namun orang itu tanpa gejala apapun. Terdapat sekitar lebih dari 60 orang yang sekarang sedang di karantina ketat, karena rapid test menunjukkan hasil reaktif.

Kasus Covid-19 Meningkat Tajam

Berdasarkan pembaharuan data covid-19 di Kalbar hingga Jumat, 17 April 2020, diketahui kasus konfirmasi positif covid-19 di Kalbar meningkat tajam.

Terdapat penambahan delapan kasus baru. Secara persentase peningkatan kasus tersebut mencapai angka 61 persen. Maka, tidak heran bila Sutarmidji sebut kemungkinan Pontianak terapkan PSBB. Terlebih karena terdapat lebih dari 100 orang warga Kalbar dinyatakan positif covid-19 berdasarkan hasil rapid test.

Walau akurasi rapid test tidak cukup tinggi, namun Sutarmidji mengatakan bahwa hasil tersbeut cukup untuk memberi kewaspadaan ekstra. “Akurasi rapid test memang 60-70 persen, tapi itu cukup menggambarkan bahwa kita harus berhati-hati dan tetap jaga jarak,” tegasnya.

Riwayat Kasus Terbaru

Diketahui, dari delapan kasus terakhir, dua di antaranya memang bukan asli warga Kalbar, namun warga Jakarta dan Makasar, bekerja sebagai anak buah kapal (ABK). Kemudian, tiga orang lainnya merupakan warga Kota Pontianak. Satu warga Singkawang dan satu lagi warga Kayong Utara.

Sedangkan untuk riwayat mereka, dua orang tercatat baru pulang dari Sulawesi Selatan dalam beberapa waktu terakhir. Dan untuk warga Kayong Utara yang positif riwayatnya baru saja kembali dari India. Selanjutnya, satu warga Pontianak yang dinyatakan positif corona mempunyai riwayat dari Entikong, Kabupaten Sanggau.

Dari total 21 kasus positif di Kalbar, tiga orang lainnya dinyatakan meninggal dunia. Yang lebih menyedihkan lagi, para pasien meninggal sebelum hasil lab atau tes swab keluar.(*) [HeloBorneo.com]

 

Suka artikel ini? Silakan bagikan melalui media sosial anda: