23 September, 2021

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Proyek Prioritas Kalbar, Sutarmidji Usul Pelebaran Jalan Nasional Menuju Pelabuhan Kijing

Sebagai bagian dari Proyek Prioritas Kalbar, Sutarmidji mengusulkan pelebaran jalan nasional menuju Pelabuhan Kijing agar dapat menjadi penunjang hadirnya pelabuhan internasional yang berada di Kabupaten Mempawah tersebut.

_____________________________________________

pelabuhan kijing, proyek prioritas kalbar, sutarmidji
Sebagai bagian dari Proyek Prioritas Kalbar, Sutarmidji mengusulkan pelebaran jalan nasional menuju Pelabuhan Kijing agar dapat menjadi penunjang hadirnya pelabuhan internasional yang berada di Kabupaten Mempawah tersebut. | HeloBorneo.com — Gubernur Kalbar, Sutarmidji (Foto: ANTARA/Nuritasya)

 

PONTIANAK | Rapat koordinasi dareah digelar antara para kepala daerah tingkat provinsi dari seluruh Nusantara bersama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) pada Rabu (24/2/2021) lalu.

Dalam rapat koordinasi itu, Gubernur Kalbar Sutarmidji mengusulkan pelebaran jalan nasional menuju pelabuhan internasional Kijing yang terletak di Kabupaten Mempawah, Kalbar.

“Dalam rapat koordinasi daerah kepada Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), salah satu usulan proyek prioritas Kalbar ialah penyediaan jalan nasional kawasan industri menuju Pelabuhan Kijing,” ujar Sutarmidji di Pontianak, sebagaimana dilansir dari Antara, Kamis (25/2/2021).

Usulan Pelebaran jalan nasional itu diangkat mengingat akses jalan menuju Pelabuhan Kijing dinilai masih kurang lebar. Padahal tahun ini pelabuhan tersebut sudah mulai beroperasi. Sehingga, kebutuhan jalan yang dapat menunjang aktivitas di pelabuhan tersebut menjadi prioritas.

“Pelabuhan Kijing akan mulai beroperasi tahun 2021, tapi jalannya masih tidak cukup lebar,” katanya.

Pelabuhan Kijing menunjang kegiatan ekspor CPO dari Kalbar

Nantinya, kehadiran Pelabuhan Internasional Kijing akan menjadi pusat ekspor CPO dari Kalbar. Menurut Sutarmidji, selama ini ekspor CPO hanya sebagian kecil tercatat karena melalui pelabuhan luar Kalbar.

“Sebelumnya kita tidak pernah melakukan ekspor minyak kelapa sawit mentah lewat Kalbar. Jadi tahun ini akan mulai dilakukan dan diperkirakan sekitar 90 persen ekspor CPO melalui Pelabuhan Kijing Kalbar,” katanya.

Penghasil CPO kedua terbesar di Indonesia

Sebagai informasi, saat ini Provinsi Kalbar merupakan penghasil CPO terbesar kedua di Indonesia, dengan produksi sebanyak 2,4 juta ton per tahun.

Selain mengusulkan pelebaran jalan nasional, untuk mendukung Pelabuhan Kijing tersebut Pemrov Kalbar juga mengusulkan proyek nasional 2022 yakni penyediaan air bersih dan sanitasi.

“Saat ini pembangunan pelabuhan sudah selesai. Akan tetapi ketersediaan air bersih masih belum disiapkan. Ini akan menjadi masalah bagi kapal-kapal yang beroperasi di Pelabuhan Kijing tersebut,” kata Sutarmidji.

Mengenai pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Sutarmidji juga mengusulkan pembangunan SMK teknologi pengolahan sawit dan SMK teknologi industri bauksit.

“Kami merencanakan pembangunan SMK ini sebagai wadah bagi yang memiliki kemampuan dalam bidang pengolahan sawit dan industri sawit. Kita memiliki sumber daya namun pendidikan untuk SDM seperti melalui SMK tidak ada,” katanya.

Selain SMK, Pemprov Kalbar juga menjadikan BLKI sebagai pusat sertifikasi keahlian.

BLKI digabung menjadi pusat sertifikasi keahlian. Sehingga mempermudah bagi tenaga kerja melakukan sertfikasi profesinya. Dengan adanya sertifikasi berdampak pada pendapatannya. (sumber: Antara) (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 17
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    17
    Shares