25 September, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Penumpang Reaktif Covid-19, Sutarmidji Larang Penerbangan Surabaya-Pontianak

2 min read
Sutarmidji Larang Penerbangan Surabaya-Pontianak
HeloBorneo.com – Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji. (Foto: Tribun Pontianak)

PONTIANAK | Sutarmidji larang penerbangan Surabaya-Pontianak. Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) mengeluarkan larangan itu setelah ada penumpang yang menunjukkan hasil reaktif covid-19 saat dilakukan rapid test secara acak setibanya di Bandara Supadio Pontianak dari Surabaya, Jawa Timur.

Gubernur Kalbar itu mengatakan bahwa larangan itu berlaku selama 1 pekan. “Dilarang (terbang ke Pontianak dari Surabaya) untuk satu pekan. Jika kedapatan lagi, maka kita akan larang tiga bulan,” ujar Sutarmidji akun media sosial miliknya yang telah terkonfirmasi di facebook, Senin (3/8/2020).

 

Lebih lanjut, mantan Wali Kota Pontianak ini memang tidak menyebut nama maskapai penerbangan yang dilarang mengangkut penumpang dari Surabaya ke Pontianak. Dia hanya mengatakan, larangan itu berlaku untuk dua maskapai penerbangan selama 1 pekan. “Jadi ada 2 maskapai yg dilarang untuk waktu 1 minggu,” jelasnya.

Sutarmidji larang penerbangan Surabaya-Pontianak bisa sampai 3 bulan

Walaupun pelarangan penerbangan dari Surabaya ke Pontianak hanya berlangsung 1 pekan saja, tapi Sutarmidji menegaskan bahwa larangan itu dapat diperpanjang hingga 3 bulan. “Jika kedapatan lagi, maka kita akan larang 3 bulan,” tegasnya.

Untuk sementara waktu, dirinya meminta masyarakat dari Surabaya yang berniat ke Pontianak harus melalui Jakarta. “Mohon maaf kalau ada yang mau ke Surabaya, anda harus lewat Jakarta,” lanjut Sutarmidji.

Sutarmidji meminta dengan tegas bahwa pihak maskapai penerbangan tidak boleh lengah. Ketegasan ini dilakukan demi melindungi masyarakat Kalbar. Dirinya juga mengatakan penumpang positif dalam penerbangan Surabaya-Pontianak menunjukkan lemahnya pengawasan di bandara asal.

Rapid test acak

Diberitakan sebelumnya, Dinas Kesehatan Kalimantan Barat (Kalbar) melakukan tes cepat secara acak pada Sabtu (1/8/2020) lalu. Tes ini dilakukan bagi penumpang pesawat terbang Citilink penerbangan dari Surabaya.

Dari 21 penumpang yang dites, dua orang dinyatakan reaktif. Satu orang merupakan warga Kabupaten Kubu Raya, sementara satunya lagi merupakan warga asal Jombang, Jawa Timur yang akan mencari pekerjaan di Pontianak.

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat, Harisson, mengatakan bahwa sebenarnya setiap penumpang pesawat yang akan melakukan perjalanan harus melakukan rapid test dulu. Bila hasilnya non reaktif baru boleh melakukan perjalanan.

Harrison mengatakan bahwa tes cepat acak dilakukan untuk membuktikan kebenaran tes cepat yang dilakukan di bandara asal penerbangan. “Tapi tesnya acak. Sekalian membuktikan apakah pelaku perjalanan ini benar-benar melakukan rapid test di daerah asalnya,” tegas Harisson.

Dishub Kalbar bertindak cepat

Sutarmidji Larang Penerbangan Surabaya-Pontianak
HeloBorneo.com – Bandara Internasional Supadio, Pontianak. (Foto: ANTARA/Dedi)

Dinas Perhubungan Kalimantan Barat langsung bergerak cepat dengan menutup penerbangan Citilink dengan rute Surabaya-Pontianak. Dishub Kalbar menutup penerbangan itu sampai tujuh hari ke depan, terhitung mulai hari Minggu (2/8/2020) sampai Rabu (8/8/2020). Langkah ini gunamencegah masuknya penumpang yang diduga terpapar covid-19 ke Kalbar.

Kepala Dinas Perhubungan Kalbar, Manto, menjelaskan dasar keputusan tersebut. “Memperhatikan hasil rapid test dadakan yang dilakukan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat dan arahan Bapak Sutarmidji, Gubernur Kalimantan Barat tanggal 1 Agustus 2020 kemarin, bahwa sesuai hasil pemeriksaan tes cepat secara acak, terhadap 21 penumpang Citilink 06420 Rute Surabaya ke Pontianak tanggal 1 Agustus 2020, ditemukan 2 penumpang berstatus reaktif,” jelasnya, Minggu (2/8/2020).

“Berdasarkan arahan Gubernur Kalimantan Barat, sambil menunggu hasil test PCR dan sebagai bentuk pertanggungjawaban maskapai, kita meminta kepada maskapai untuk menutup sementara operasional angkutan penumpang Citilink dari Surabaya selama 7 (tujuh) hari terhitung hari ini tanggal 2 Agustus 2020,” tukasnya. (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 3
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    3
    Shares