23 September, 2021

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Sutarmidji Hentikan Sementara Pembelajaran Tatap Muka di Kalbar

Pembelajaran tatap muka di Kalbar dihentikan untuk sementara waktu. Langkah ini diambil oleh Gubernur Kalbar Sutarmidji yang juga ketua Satgas COVID-19 di provinsi tersebut.

_____________________________________________

Pembelajaran tatap muka, Kalbar, Sutarmidji
Pembelajaran tatap muka di Kalbar dihentikan untuk sementara waktu. Langkah ini diambil oleh Gubernur Kalbar Sutarmidji yang juga ketua Satgas COVID-19 di provinsi tersebut. | HeloBorneo.com — Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji selaku Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 menginstruksikan penghentian sementara kegiatan pembelajaran tatap muka di sekolah di wilayahnya. (ANTARA/Rendra Oxtora)

 

PONTIANAK | Pada Jumat (23/4/2021) kemarin. Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji memberikan instruksi kepada segenap jajaran serta semua kepala daerah di provinsi yang dikepalainya untuk menghentikan kegiatan pembelajaran tatap muka di semua jenjang sekolah.

Penghentian kegiatan pembelajaran tatap muka itu dilakukan untuk sementara waktu.

Sutarmidji mengatakan di Pontianak, keputusan penghentian sementara kegiatan pembelajaran tatap muka tersebut diambil karena adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro.

Selain itu, penghentian sementara kegiatan pembelajaran tatap muka demi mengoptimalkan posko penanganan COVID-19 di tingkat desa dan kelurahan untuk mengendalikan penularan virus corona itu.

Alasan lainnya, Kebijakan itu untuk menjalankan instruksi Menteri Dalam Negeri serta Surat Keputusan Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar).

“Surat ini sudah kita keluarkan pada hari ini dan diharap menjadi perhatian bagi semua pihak agar kita bisa bersama-sama mencegah COVID-19 ini lebih lanjut,” jelas Gubernur Kalbar itu, sebagaimana dilansir dari Antara.

Kegiatan pembelajaran tatap muka dapat kembali berlanjut bila…

Kegiatan pembelajaran tatap muka, lanjut Sutarmidji, dapat kembali dilanjutkan apabila ada pemberitahuan lebih lanjut dari pemerintah provinsi.

Selain itu, Gubernur Kalbar juga memperingatkan sanksi bagi daerah yang tidak serius menangani COVID-19. “Daerah yang saya nilai tidak serius boleh catat, saya tidak akan transfer dana bagi hasilnya. Terserah mau lapor ke mana, karena sudah mengabaikan keselamatan masyarakat,” tegas Sutarmidji.

Ada 4 daerah rawan penularan COVID-19 menurut Sutarmidji, yaitu Sintang, Sekadau, Sanggau, dan Melawi. Dia juga mengkhawatirkan Kubu Raya dan Kayong Utara, mengingat tingkat pemeriksaan COVID-19 di kedua daerah tersebut masih sangat rendah.

“Saya bingung juga dengan daerah-daerah ini, dimana mereka hanya menyampaikan sampel swab saja dan sampel swab tersebut kemudian ditangani di lab kita, jadi apa susahnya,” katanya.

Pentingnya pemeriksaan dan pelacakan kasusĀ  COVID-19

Sutarmidji mengungkapkan pentingnya upaya pengendalian penularan COVID-19 lewat kegiatan pemeriksaan dan pelacakan kasus.

Menurutnya, bila kegiatan pemeriksaan dan pelacakan kasus berjalan baik, penularan COVID-19 dapat ditemukan serta ditangani sejak dini.

“Sehingga tingkat fatalitasnya rendah, tingkat kematiannya juga rendah, dan orang juga bisa sembuh. Kalau mau membuat keterjangkitan virus nol itu sulit, tidak mungkin. Yang penting itu menjaga imunitas orang supaya bisa melawan virus itu,” katanya.

Ia mengatakan bahwa daerah-daerah yang aktif melakukan pemeriksaan dan pelacakan bisa menemukan banyak kasus dan kemudian mengendalikan penularan.

“Awal meningkat sangat drastis, sekarang sudah mulai ada penurunan di Ketapang dan Bengkayang, sedangkan di Pontianak sendiri hari ini justru meningkat dengan jumlah tertinggi,” ujar Sutarmidji.

“Bupati dan wali kota tinggal bilang ke kepala Dinas Kesehatan untuk periksa swab, testing, dan tracing (lacak) sebanyak-banyaknya, kalau dana tidak ada minta ke provinsi, jangan dibuat susah,” pungkasnya. (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •