22 November, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Sutarmidji Beri Instruksi Antisipasi Virus Corona di Kalbar

3 min read
Antisipasi Virus Corona di Kalbar
HeloBorneo.com – Gubernur Kalbar, Sutarmidji. (Foto: Tribunpontianak.id/dok)

PONTIANAK | Antisipasi Virus Corona di Kalbar terus ditingkatkan. Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji menegaskan, pihaknya sudah menginstruksikan kepada pihak Imigrasi dan pihak terkait lainnya. Instruksi itu untuk melakukan pengawasan ketat terhadap ke luar masuknya orang dan barang ke wilayah Kalbar. Hal itu guna mengantisipasi virus corona.

“Hal ini, kita lakukan untuk mengantisipasi masuknya virus Corona di Kalbar. Makanya saya meminta kepada jajaran Imigrasi, Kesehatan Pelabuhan, Bea Cukai dan Karantina, serta aparat yang bertanggungjawab terhadap ke luar masuk orang dan barang dari dan ke luar negeri di wilayah Kalbar,” ujar Sutarmidji di Pontianak, dilansir dari Antara, Ahad (2/2/2020).

Pengawasan Ketat

Adapun instruksi yang dibuatnya antara lain; Imigrasi dan pihak terkait lainnya harus melakukan pengawasan dengan ketat ke luar masuk orang dari negara yang terdapat kasus virus corona.

Menurutnya, semua pihak harus menjalankan keputusan pemerintah. Keputusan itu melarang masuknya turis dari China dan pemerintah melarang untuk sementara waktu WNI berkunjung ke China.

“Kita juga tidak memperbolehkan pekerja asing untuk kembali ke negara mereka yang ada kasus virus corona. Bagi pekerja asing yang bekerja di Kalbar dari negara yang ada kasus virus corona. Mereka yang pulang ke negara mereka untuk sementara tidak boleh kembali ke Kalimantan Barat,” katanya.

Dirinya juga menganjurkan agar warga kalbar untuk tidak berkunjung ke negara yang terdapat kasus virus corona. Semua instruksi itu, menurut Sutarmidji, sebagai langkah antisipasi Virus Corona di Kalbar.

Jokowi Pimpin Ratas

Seperti diketahui, pada hari ini, Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas. Ratas ini dilakukan bersama jajarannya begitu tiba di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Ahad (2/2/2020).

Dalam rapat tersebut dibahas soal evakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Republik Rakyat China (RRC). Evakuasi ini menyusul wabah virus corona yang melanda negara tersebut.

“Baru saja rapat terbatas yang dipimpin oleh Bapak Presiden dilakukan di Bandara Halim Perdanakusuma,” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat memberikan keterangan pers seusai rapat.

Bahas 6 Hal

Dalam keterangannya, Retno menyampaikan beberapa hal yang dibahas dalam rapat tersebut.

Pertama, sejumlah 243 orang, termasuk 5 orang Tim Aju (tim pendahulu) yang dipulangkan dari Wuhan, Provinsi Hubei, China, telah tiba dengan selamat di Natuna.

“Mereka akan melalui masa observasi selama 14 hari. Masa observasi ini juga akan dilakukan oleh 42 tim penjemput WNI dari Wuhan, sehingga total orang yang akan menjalankan observasi adalah 285. Sampai saat ini alhamdulillah mereka dalam kondisi sehat,” jelas Retno.

Kedua, Retno mengatakan bahwa Menteri Kesehatan bersama dengan tim akan membuka kantor di Natuna. “Juru bicara dari Menteri Kesehatan dari waktu ke waktu akan menyampaikan update perkembangan,” imbuhnya.

Ketiga, Retno menyebut bahwa penerbangan langsung dari dan ke daratan China ditunda untuk sementara mulai hari Rabu, 5 Februari 2020, pukul 00.00 WIB.

Keempat, lanjut Retno, semua pendatang yang tiba dari daratan China dan sudah berada di sana selama 14 hari, untuk sementara tidak diizinkan untuk masuk dan melakukan transit di Indonesia.

Kelima, kebijakan pemberian fasilitas bebas visa kunjungan dan visa on arrival untuk warga negara China yang bertempat tinggal di daratan China untuk sementara dihentikan.

“Keenam, pemerintah meminta warga negara Indonesia untuk sementara tidak melakukan perjalanan ke mainland China,” katanya. (*) [HeloBorneo.com


| #coronarovirus #coronavirus #viruscorona #VirusChina #2019nCoV #CoronaOutbreak |

 

Bagi artikel ini
  • 4
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    4
    Shares