20 September, 2021

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Sutarmidji Sambangi Keluarga Penumpang Sriwijaya Air SJ 182, Ini Katanya

sriwijaya air sj182
Gubernur Kalbar Sutarmidji. (Foto: kompas.com/Hendra Cipta)

PONTIANAKUsai Sutarmidji menyambangi keluarga penumpang Sriwijaya Air SJ 182, beliau mengungkapkan suatu hal yang dapat membuat pilu warga Kalbar terkait musibah tersebut.

Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji mengatakan hampir semua penumpang Sriwijaya Air SJ 182 yang diduga jatuh di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, merupakan warga Kalbar.

“Hampir semua warga Kalbar. Lebih (90 persen). Kalau saya lihat datanya, itu mungkin semuanya warga Kalbar,” kata Sutarmidji didampingi Kapolda Kalbar Irjen Remigius Sigid Tri Hardjanto usai menyambangi crisis center Sriwijaya Air di Gedung Serbaguna Graha Chandra Dista Wiradi kawasan Bandara Supadio, Kubu Raya, Kalbar, Minggu (10/1), sebagaimana dilansir dari JPNN.

Pihaknya akan bantu korban Sriwijaya Air SJ 182

Sutarmidji mengatakan Pemerintah Provinsi Kalbar akan membantu semaksimal mungkin sesuai dengan kewenangan yang dimiliki.


Sriwijaya Air SJ 182
HeloBorneo.com – Suasana Gedung Serbaguna di Bandara Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar) didatangi keluarga penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ 182, Sabtu (9/1). (Foto: M Kusdharmadi/jpnn.com)

Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Polri, TNI, Basarnas, dan lainnya. “Kami membantu semaksimal mungkin yang menjadi kewenangan kami. Kalau kewenangan Basarnas, tidak boleh saya campuri,” katanya.

Sutarmidji memastikan pihak terkait memberikan pelayanan maksimal bagi keluarga penumpang yang ada di sana.

Memang, Sriwijaya Air sudah memfasilitasi keluarga penumpang dengan hotel. Namun, Midji meminta di kawasan crisis center tersebut disediakan juga ruangan untuk keluarga penumpang beristirahat. “Karena biasanya mereka mau dekat dengan posko,” tegasnya.

Selain itu, kata Midji, hal ini berguna untuk memudahkan koordinasi antara pihak keluarga dengan yang berwenang.

Jadi, Midji menegaskan, pada intinya harus memberikan pelayanan yang nyaman untuk keluarga para penumpang. “Saya bilang tadi keluarga korban supaya lebih nyaman, karena tidak mungkin mereka harus duduk di sini sampai malam, kalau mau ke hotel kan jauh, maka mungkin sebelah sini ada ruang tempat mereka beristirahat,” harapnya.(sumber: jpnn) (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    1
    Share