Sat. Jul 11th, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Soal Hinaan Hendropriyono, Sultan Pontianak IX Segera Lapor Polisi

3 min read
Sultan Pontianak IX
HeloBorneo.com – Sultan Pontianak IX bersama-sama ulama

PONTIANAK | Perihal hinaan Hendropriyono terhadap tokoh masyarakat Kalbar, Sultan Hamid II terus menuai reaksi keras masyarakat. Pernyataan Hendropriyono ini pun mendapat kecaman dari keluarga Kesultanan Pontianak. Sultan Pontianak IX, Syarif Machmud Melvin Alqadrie, bakal segera melaporkan Hendropriyono ke polisi terkait hinaan itu.

Sultan Pontianak IX, Syarif Machmud Melvin Alqadrie pun mengundang segenap lapisan masyarakat, termasuk sejumlah ulama, ustadz, raja-raja serta ormas di Kalimantan Barat. Undangan itu untuk membahas dan menyerap segala aspirasi dan masukan terkait situasi yang berkembang. Pertemuan tersebut berlangsung pada Jumat (19/6/2020) malam.

Sultan Pontianak IX
HeloBorneo.com – undangan pertemuan Jumat (19/6/2020) (net)

Sultan Pontianak IX menyikapi serius pernyataan Hendropriyono yang dianggap mencemarkan nama Sultan Hamid II maupun keluarga kesultanan Pontianak. Beliau tegas akan membela marwah kakek dan keluarganya, dan juga Kesultanan Pontianak dengan melaporkan Hendropriyono ke polisi dan juga somasi. Hal  itu diucapkannya di hadapan para hadirin yang menghadiri undangan di Istana Kadriah Kesultanan Pontianak.

Sebagai informasi, AM Hendropriyono sebelumnya dalam sebuah unggahan video di kanal youtube, menyinggung ras serta menyebutkan Sultan Hamid II, kakek dari Sultan Pontianak IX, tidak layak diberi gelar pahlawan nasional karena merupakan seorang pengkhianat.

Sultan Pontianak IX
HeloBorneo.com – Sultan Pontianak IX, Syarif Machmud Melvin Alqadrie (Foto: pontianakpost)

______________________________

Baca juga:

Bantahan Keras Soal Tudingan Hendropriyono Sebut Sultan Hamid II Pengkhianat Bangsa

______________________________

Tudingan itu membuat keluarga besar Sultan Hamid II tersinggung dan lalu melaporkan Hendropriyono dan pernyataannya tersebut ke Polda Kalbar.

Saat membuat laporan ke pihak kepolisian, Pangeran Sri negara, Syarif Machmud Alkadrie, mengatakan sangat tersinggung dan merasa dilecehkan atas ucapan Hendropriyono dalam sebuah video yang diunggah ke YouTube kanal Agama Akal TV yang mengatakan Sultan Hamid II adalah pengkhianat bangsa.

“Saya sebagai cucu Sultan Hamid II sangat menyayangkan dan tersinggung atas ucapan Hendropriyono di video tersebut. Nah sebagai warga yang taat hukum kami didampingi 23 penasehat hukum sudah membuat laporan ke Ditreskrimsus Polda Kalbar,” ujar Syarif Machmud Alkadrie, Senin, 15 Juni 2020 lalu.

______________________________

Baca juga:

Menghina Sultan Hamid II, Hendropriyono Dilaporkan ke Polisi

______________________________

Pernyataan Menyesatkan

Sultan Pontianak IX
HeloBorneo.com – Sultan Hamid II (berdiri). (Foto: Layanan Informasi Pemerintah Hindia Belanda (NIGIS)/Perpustakaan Universitas Leiden/KITLV 157733/ Fotografer tidak dikenal)

Sultan Pontianak IX, Syarif Machmud Melvin Alqadrie, menilai tudingan Hendropriyono terhadap Sultan Hamid II adalah pernyataan menyesatkan. Pernyataan itu  lantas dimanfaatkan oleh sekelompok pihak dan ditanggapi oleh masyarakat yang juga buta sejarah sehingga menjadi isu liar.

Rencananya, setelah melaporkan ke pihak kepolisian dan melakukan somasi, Sultan Pontianak IX juga akan menyurati Jokowi secara terbuka. Langkah ini dimaksudkan agar masyarakat mengetahui sikap tegas pihak Kesultanan Pontianak.

Melalui kuasa hukumnya, Sultan Pontianak menuntut pemulihan nama baik Sultan Hamid II harus segera dilakukan, termasuk pelurusan sejarah bangsa soal ketokohan Sultan Hamid II. Tokoh masyarakat Kalbar ini dikenal sebagai perancang lambang negara burung Garuda Pancasila. Oleh karena jasa dan ketokohannya itu, Sultan Hamid II dianggap layak mendapatkan gelar pahlawan nasional.

Saat ini pihak kepolisian telah memeriksa sejumlah saksi. Pihak kuasa hukum dari Sultan Pontianak XII akan terus memantau dan mengawal semua proses hukum ini.

Sultan Pontianak pun meminta agar semua pihak tetap tenang dan tidak bereaksi keras terhadap pernyataan Hendropriyono yang viral itu. “Saya minta semua masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan tindakan apapun terhadap pernyataan Hendropriyono,” tegasnya. (*) [HeloBorneo.com]

 

 

Suka artikel ini? Silakan bagikan melalui media sosial anda: