Thu. Aug 13th, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Siapkan Generasi Muda Menyongsong Indonesia Emas, Ini Langkah Pemkab Sintang

2 min read
menyongsong indonesia emas
HeloBorneo.com – Pemkab Sintang serius mempersiapkan generasi muda menyongsong Indonesia Emas. (Foto: net)

SINTANG | Menyongsong Indonesia Emas, Pemerintah daerah Kabupaten Sintang tidak bermain-main mempersiapkan para generasi mudanya.

Bupati Sintang, Jarot Winarno mengatakan Pemerintah Kabupaten Sintang komitmen memberikan kesempatan kepada generasi muda. Kesempatan mengembangkan diri dan bersiap guna menyongsong Indonesia emas 2045 mendatang.

Jarot mengatakan, berbagai hal dilakukan demi mengembangkan kreativitas generasi muda. “Berbagai taman dan ruang publik telah dibangun, kegiatan olahraga telah dilombakan. Bahkan, saat lomba video inovasi normal baru Sintang ikut di enam sektor, semuanya yang mengerjakan adalah anak muda kreatif di Sintang,” ujarnya, dilansir dari Antara, Senin (6/7/2020).

Disampaikan Jarot, generasi muda sudah menunjukkan kemampuan serta prestasi. Salah satunya yaitu dengan membawa Sintang juara satu di sektor pariwisata. Prestasi lainnya yaitu juara satu sektor transportasi umum dan juara tiga di sektor perhotelan. Pencapaian-pencapaian itu adalah beberapa contoh pengembangan diri anak muda.

Menyongsong Indonesia Emas Tidak Mudah

Lebih lanjut, Jarot mengatakan bahwa untuk menyongsong Indonesia emas 2045 memang tidaklah mudah. Kaum muda harus percaya diri dengan keyakinan mengantungkan cita-cita setinggi mungkin.

Menurut Jarot, dengan perkembangan teknologi saat banyak tantangan yang dihadapi. Salah satunya disrupsi teknologi yang mengubah tata kehidupan generasi saat ini.

“Masih usia dini sudah pegang gadget atau hp, main games itu sudah merubah pola hidup generasi muda. Jadi kasih sayang anak-anak itu, 80 persen pada gadget atau HP. Sedangkan 20 persen saja sama orang tua, saudara dan keluarga,” ucap pemimpin Kabupaten Sintang ini.

Tantangan Generasi Muda

menyongsong indonesia emas
HeloBorneo.com – Bupati Sintang, Jarot Winarno (Humas Sintang)

Selain itu, Jarot juga mengatakan tantangan lain dalam menghadapi Indonesia emas yaitu bonus demografi. Dimana manusia produktif usia 15-64 tahun, lebih banyak dari manusia yang tidak produktif usia di atas 64 tahun atau di bawah 15 tahun.

“Anak-anak yang saat ini berusia remaja, akan menjadi manusia produktif. Kalian akan jadi bonus buat negara jika produktif. Tapi jika tidak bekerja dan tidak berkarya pada saatnya nanti, itu bukan menjadi bonus tapi menjadi beban negara,” kata Jarot.

Tidak hanya itu, menurut Jarot, lima tahun sebelum 2045, negara ini akan defisit energi fosil, seperti minyak susah, premium susah, batu bara susah. Dia mengingatkan, salah satu tantangannya yaitu agar memanfaatkan dan menjaga hutan sebaik-baiknya, agar tidak menyesal di kemudian hari.

Remaja Harapan Masa Depan Bangsa

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalbar, Tenny Calvenny Soriton saat berada di Sintang mengatakan, para remaja merupakan harapan bangsa di masa depan.

Menurutnya jika negara memiliki remaja yang kecerdasan spiritual, intelektual dan emosionalnya kuat, maka bangsa tersebut akan menjadi bangsa yang kuat. Namun sebaliknya, jika remaja melakukan hal yang negatif seperti seks bebas, penyalahgunaan napza dan hamil diluar nikah, maka bangsa itu pun akan hancur.

“Remaja dalam kondisi seperti ini tentu saja membutuhkan penanganan serta informasi seluas-luasnya mengenai pentingnya menata masa depan dengan baik, meninggalkan perilaku yang tidak bermanfaat dan merusak masa depan mereka sendiri,” tukas Tenny. (sumber: Antara) (*) [HeloBorneo.com]

 

Bagi artikel ini
  • 4
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    4
    Shares