Wed. Jul 8th, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Satgas Yonif 133/YS Amankan 80 Kg Makanan Ilegal di Jalur Tikus Kalbar

2 min read
Satgas Yonif 133/YS
HeloBorneo.com – Satgas Yonif 133/YS mengumpulkan barang bukti barang selundupan di jalur tikur Kalbar (Foto: tni.mil.id)

NANGA BADAU | Satgas Yonif 133/YS (Yudha Sakti) berhasil mengamankan sebanyak 80 kg makanan ilegal yang coba diselupkan di “jalur tikus” di wilayah Kalbar.

Sebagaimana diberitakan dari situs tniad.mil.id, Kamis (16/4/2020) rencananya makanan tersebut akan dijual para penyelundup di wilayah Indonesia.

Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 133/YS berhasil mengamankan 80 Kilogram makanan ilegal yang akan diselundupkan ke wilayah Indonesia melalui jalur tikus. Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 133/YS Letkol Inf Hendra Cipta dalam keterangan tertulisnya di Nanga Badau, Kalimantan Barat (Kalbar), Rabu (15/4/2020) kemarin.

Dijelaskan Letkol Inf Hendra Cipta, makanan ilegal yang diamankan berupa lima kotak daging dada ayam (60 Kg), satu kotak buntut ayam (10 Kg), dan satu kotak Sosis (10 Kg). Makanan ilegal ini diamankan ketika personel Satgas Yonif 133/YS menggelar patroli di jalur tikus (jalur atau jalan tembus antar wilayah yang jarang dilalui penduduk. Biasanya digunakan untuk kegiatan ilegal) perkebunan sawit belakang Balking, Desa Janting, Kecamatan Nanga Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Diamankan Dari Seorang Pelintas Batas

“Makanan ilegal itu diamankan dari seorang pelintas batas saat melintasi jalur tikus dengan sepeda motor dari arah Malaysia menuju Desa Janting,” jelas Dansatgas.

Diuraikan Letkol Hendra, patroli keamanan dilakukan setelah Dankima Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 133/YS, Lettu Inf Marianto Sembiring menerima informasi soal masuknya barang ilegal asal Malaysia dari jalur tikus di belakang Balking.

“Info ini langsung direspons Lettu Inf M.Sembiring dengan memerintahkan beberapa personel untuk melakukan patroli. Patroli dilakukan sejak subuh, personel kami telah bergerak menyisir jalur-jalur tikus yang sering digunakan untuk akses masuk kegiatan ilegal, ” tuturnya.

Penyelundup Gunakan Sepeda Motor 

“Sekitar pukul 08.00 WIB, terlihat seorang warga menuju arah Malaysia dengan sepeda motor QMF 2098. Pukul 10.30 WIB, warga tadi kembali dengan barang bawaan cukup banyak. Kedua personel kita langsung menghentikan dan melakukan pemeriksaan,” papar Hendra menjelaskan kronologis peristiwa.

Lebih lanjut Hendra menjelaskan. Dari hasil pemeriksaan terhadap warga bernama Rizal (38) alamat Gang Tj Permai, Desa Badau, Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalbar. Ditemukan sebanyak 80 Kg makanan tanpa dokumen resmi (ilegal).

“Kami memerintahkan kepada Lettu Sembiring, pelaku untuk diamankan ke Pos Kotis guna pemeriksaan lebih lanjut. Untuk selanjutnya dibuatkan surat penyataan untuk tidak lagi melakukan tindakan ilegal,” ungkap Hendra.

Sangat Membahayakan Kesehatan Masyarakat

“Tindakan ilegal semacam ini, dengan memasukkan makanan ke wilayah Indonesia yang tidak melalui prosedur resmi, sangat membahayakan kesehatan. Kami menghindari hal yang tidak diinginkan terjadi pada warga dengan masuknya makanan ilegal semacam ini, ” pungkasnya.

Setelah dilakukan pendataan di Pos Kotis Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 133/YS, Rizal kemudian diperkenankan kembali ke rumahnya. Sedangkan barang bawaannya disita sebagai barang bukti untuk dilaporkan ke komando atas. (Dispenad). (*) [HeloBorneo.com]

Suka artikel ini? Silakan bagikan melalui media sosial anda: