30 November, 2022

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Resmikan Gedung Universitas Widya Dharma, Sutarmidji Tegaskan Kalbar Terus Pacu IPM

Peresmian Gedung Universitas Widya Dharma memperlihatkan upaya Kalbar terus pacu IPM, atau Indeks Pengembangan Manusia. Gubernur Sutarmidji mengingatkan bahwa pembangunan kualitas manusia di Provinsi Kalbar harus terus berlanjut dan mengejar ketertinggalannya dari provinsi lainnya di Tanah Air.

_________________________________________

universitas widya dharma, kalbar terus pacu ipm, ipm kalbar, sutarmidji
Peresmian Gedung Universitas Widya Dharma memperlihatkan upaya Kalbar terus pacu IPM, atau Indeks Pengembangan Manusia. Gubernur Sutarmidji mengingatkan bahwa pembangunan kualitas manusia di Provinsi Kalbar harus terus berlanjut dan mengejar ketertinggalannya dari povinsi lainnya di Tanah Air. | HeloBorneo.com — Gubernur Kalbar Sutarmidji menandatangani prasasti peresmian gedung Universitas Widya Dharma. (Foto: Humas Pemprov Kalbar)

 

PONTIANAK | Berlokasi di Halaman Gedung St. Fransiskus Asisi Universitas Widya Dharma Pontianak, Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji, S.H.,M.Hum., meresmikan Gedung Universitas Widya Dharma yang diberi nama St. Fransiskus Assisi, Sabtu (26/02/2022).

Peresmian ini turut disaksikan langsung oleh Ketua Yayasan Widya Dharma Pontianak, Polycarpus Widjaja Tandra, S.H., M.M., Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus Pr, Rektor Universitas Widya Dharma Pontianak, Hadi Santoso, S.E., M.M., serta Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalbar, Drs. Sugeng Hariadi, M.M.

Kalbar terus pacu IPM

Pada kesempatan tersebut, Gubernur menjelaskan sektor pendidikan merupakan kebutuhan prioritas di Provinsi Kalbar guna meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) serta lama harapan belajar.

“Untuk mempercepat peningkatan IPM Kalbar dan meningkatkan angka lama harapan belajar anak-anak Kalbar yang lulus SMA/SMK, maka kita memerlukan lebih banyak lagi universitas di Kalbar,” kata H. Sutarmidji di Kota Pontianak.

Harapan belajar nasional yakni 12,65 tahun, sedangkan harapan belajar Kalbar baru 7,45 tahun. Faktor tersebut yang membuat IPM  Provinsi Kalimantan Barat masih berada  di peringkat 29 atau 30 dari 34 Provinsi.

“Daerah lain terus berpacu untuk meningkatkan IPM, kita juga akan terus berpacu. Kehadiran Universitas Widya Dharma ini layak kita dukung bersama, bahkan wilayah lain di Kalbar juga harus berupaya,” tutur Sutarmidji memberi motivasi.

Harapan untuk Universitas Widya Dharma

Universitas Widya Dharma diharapkan dapat mengkaji program studi yang lulusannya sangat dibutuhkan di Provinsi Kalbar.

“Jangan memberikan program studi yang sudah jenuh. Dua program studi yang saya sukai dan ada di Widya Dharma, yaitu Manajemen Bisnis dan Teknologi Informasi, yang sangat dibutuhkan Kalbar,” jelas H. Sutarmidji.

Sementara itu, Ketua Yayasan Widya Dharma menyampaikan gedung 10 lantai yang diberi nama St. Fransiskus Assisi ini merupakan lanjutan dari program sarana dan prasarana pembelajaran. Pembangunan gedung ini menelan biaya sebesar Rp 40 miliar dan belum termasuk isi sarana.

“Pembangunan gedung dengan luas bangunan 5.950,2 m2, luas kanopi 2819 m2, sehingga total bangunannya 8.769,2 m2, dengan lama pembangunan sekitar 43 bulan ini dilengkapi dengan 2 unit lift,” ungkap Widjaja.

Ketua Yayasan memberikan apresiasi tinggi kepada Gubernur Kalbar yang telah memfasilitasi perizinan pembangunan gedung saat menjabat sebagai Wali Kota Pontianak.

“Kami sangat berterima kasih dan memberikan penghargaan yang tinggi kepada Bapak H. Sutarmidji yang telah bersama-sama melakukan pemancangan tiang pertama pembangunan gedung ini tanggal 8 Oktober 2016,” ucap Ketua Yayasan Widya Dharma Pontianak.

Setelah memberikan sambutan, Gubernur turut menandatangani prasasti dan memotong pita sebagai tanda peresmian Gedung St. Fransiskus Assisi Universitas Widya Dharma Pontianak. Selain itu Gubernur juga meninjau sarana di dalam gedung tersebut. (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini