17 April, 2021

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Program Bangga Kencana, BKKBN Kalbar: Remaja Bagian Penting

2 min read

BKKBN Kalbar terus menggalakkan Program Bangga Kencana sebagai upaya membentuk keluarga yang berkualitas. Remaja menjadi bagian penting dalam kesukesan pelaksanaan program tersebut.

_____________________________________________

Program Bangga Kencana, BKKBN Kalbar
BKKBN Kalbar terus menggalakkan Program Bangga Kencana sebagai upaya membentuk keluarga yang berkualitas. Remaja menjadi bagian penting dalam kesukesan pelaksanaan program tersebut.. | HeloBorneo.com — Kepala Perwakilan BKKBN Kalbar, Tenny C Soriton saat membuka kegiatan rakoor Peningkatan Program Pembangunan dan Pemberdayaan Keluarga di Pontianak. (Foto: Ist/Antara)

 

PONTIANAK | Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Barat, Tenny C. Soriton menegaskan para remaja bagian penting dalam pelaksanaan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).

“Pembangunan keluarga adalah upaya mewujudkan keluarga berkualitas yang hidup dalam lingkungan yang sehat, ini tertuang dalam Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009, salah satunya dimulai dari pembinaan remaja, karena kelak mereka juga akan membentuk sebuah keluarga,” katanya di Pontianak, Jumat (26/3/2021).

Program Bangga Kencana demi keluarga berkualitas

Dia menyebutkan keluarga berkualitas dibentuk berdasarkan perkawinan yang sah dan bercirikan sejahtera, sehat, maju, mandiri, dan memiliki jumlah anak ideal, berwawasan ke depan, bertanggung jawab, harmonis dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Ia mengatakan Rakor Peningkatan Program Pembangunan dan Pemberdayaan Keluarga ini, merupakan pelaksanaan strategi pembentukan karakter balita, remaja dan ekonomi keluarga.

Untuk mendukung kegiatan Proyek Prioritas Nasional (Pro PN) pada tahun 2021 ini, BKKBN Kalbar juga memprioritaskan pembangunan ekonomi keluarga akseptor KB Lestari MKJP dan keluarga akseptor KB Mandiri MKJP di Kampung KB percontohan.

Hal yang tak kalah pentingnya menjadi perhatian serius pemerintah dan mendapatkan prioritas nasional, katanya, isu kekerdilan atau gizi buruk kronis.

“Terkait hal itu, Presiden RI, Joko Widodo telah menunjuk BKKBN sebagai koordinator pelaksanaan penurunan ‘stunting’ (kekerdilan) di Indonesia,” katanya.

BKKBN selaku koordinator pelaksanaan penurunan kekerdilan mengambil peran dalam pemberdayaan keluarga dengan mempromosikan dan mengedukasi tentang pentingnya pola pengasuhan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sejak kehamilan hingga anak berusia dua tahun.

Ketua Penyelenggara Kegiatan Rakor Peningkatan Program Pembangunan dan Pemberdayaan Keluarga Aulia Arief mengatakan tujuan kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pengelolaan Pro PN di kabupaten fan kota yang diikuti OPD-KB, Dinas Kesehatan, Koordinator PKB di lokus sasaran kekerdilan, Kampung KB percontohan dan Forum GenRe 14 kabupaten dan kota di wilayah Provinsi Kalbar. Kegiatan ini akan berlangsung dari tanggal 25 hingga 27 Maret 2021.

“Sebelum kegiatan dimulai dilakukan juga pelantikan pengurus Forum GenRe Kalimantan Barat oleh Forum GenRe Indonesia,” katanya. (sumber: Antara) (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •