25 September, 2021

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Perpanjang dan Pengetatan PPKM Mikro Mulai 1 Juli, Pemkot Pontianak: Kategori Zona Merah

Mulai hari ini, 1 Juli 2021, Pemkot Pontianak perpanjang dan melakukan pengetatan PPKM mikro. Pasalnya, ibu kota Provinsi Kalbar ini termasuk kategori zona merah. 

_____________________________________________

pengetatan ppkm mikro, kategori zona merah, pontianak, kalbar
Tim Satgas COVID-19 Kota Pontianak memutuskan memperpanjang dan memperketat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala Mikro, mulai 1 Juli 2021. (ANTARA/Andilala)

 

PONTIANAK | Tim Satgas COVID-19 Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, memutuskan memperpanjang dan memperketat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Kota Pontianak mulai 1 Juli 2021.

Sebagaimana dilansir dari Antara, Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan di Pontianak, Rabu (30/6/2021) menerangkan terkait keputusan perpanjang dan pengetatan PPKM mikro itu.

“Keputusan memperpanjang PPKM ini diambil memperhatikan kondisi Kota Pontianak yang terkategori zona merah COVID-19. Selain itu juga sebagai tindak lanjut Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 14 tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM Mikro, yang ditindaklanjuti Instruksi Satgas COVID-19 Kalbar tentang penanganan COVID-19 pada zona merah di Kota Pontianak,” ujar Bahasan.

Pengetatan PPK mikro demi terlepas dari kategori zona merah

Dia menjelaskan, perpanjangan PPKM Mikro di Ibu Kota Kalimantan Barat ini dilakukan untuk keluar dari zona merah. Oleh sebab itu, pihaknya sepakat untuk memperpanjang dan memperketat PPKM dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku.

“Upaya tersebut sebagai langkah untuk keluar dari zona merah penyebaran COVID-19,” ujarnya usai menggelar rapat koordinasi Satgas COVID-19 Kota Pontianak.

Adapun aturan yang diberlakukan selama PPKM Mikro ditetapkan, di antaranya meniadakan pesta pernikahan, menutup sementara taman-taman, destinasi wisata serta ruang publik. “Pemberlakuan operasional usaha hingga pukul 20.00 WIB untuk kafe, warkop, restoran, rumah makan dan pusat perbelanjaan,” ungkapnya.

Selama penerapan PPKM di Kota Pontianak, apabila ditemukan masyarakat atau tempat-tempat usaha yang melanggar ketentuan yang berlaku, maka pihaknya akan melakukan pembinaan.

“Mulai dari membubarkan kerumunan hingga pada penutupan sementara kafe dan warkop apabila tidak mengindahkan aturan itu,” kata Bahasan.

Sementara itu, Kapolresta Pontianak Kota Kombes (Pol) Leo Joko Triwibowo menambahkan, pihaknya mendukung aturan yang dikeluarkan Satgas COVID-19 Kota Pontianak.

“Kami tergabung dalam Satgas COVID-19, ada TNI-Polri, kemudian dari Pemkot Pontianak bersama-sama akan bergerak melaksanakan apa yang sudah diputuskan pada sore ini,” tegasnya.

Ia menjelaskan, pihaknya juga akan melakukan pengalihan arus lalu lintas agar tidak terjadi konsentrasi masyarakat pada ruas-ruas jalan tertentu. “Jalan yang berpotensi terjadi kepadatan akan diarahkan nanti seperti Jalan Reformasi, Gajah Mada, kemudian di wilayah Pontianak Utara dan Pontianak Timur serta di Pasar Flamboyan,” jelasnya.

Untuk waktu pengalihan arus lalu lintas akan ditentukan pada pukul 14.00 WIB hingga 17.00 WIB, kemudian pada malam hari mulai pukul 19.00 hingga 22.00 WIB.

“Personel yang akan dikerahkan dari Polresta Pontianak Kota sebanyak 150 personel. Ini akan dilihat zonanya dibagi ke masing-masing Polsek di Pontianak,” tukasnya. (*) [HeloBorneo.com]

 

—–

#PPKMmikro #Kalbar #Pontianak

 

Bagi artikel ini
  • 5
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    5
    Shares