13 May, 2021

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Perbatasan Indonesia-Malaysia di Badau Diterjang Banjir

2 min read

Salah satu wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia yang terletak di Badau, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat (Kalbar) dilanda banjir. Bencana itu menyebabkan sejumlah kerusakan. 

_____________________________________________

badau, perbatasan indonesia-malaysia, bencana banjir
Salah satu wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia yang terletak di Badau, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat (Kalbar) dilanda banjir. Bencana itu menyebabkan sejumlah kerusakan. | HeloBorneo.com – Tangkapan layar youtube Antara

 

KAPUAS HULU | Banjir melanda Kecamatan Badau di Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) pada Ahad (18/4) dini hari WIB. Wilayah ini adalah kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.

Bencana banjir ini menyebabkan ruas jalan dan sejumlah permukiman penduduk serta fasilitas umum terendam banjir dengan kedalaman rata-rata 90 sentimeter (cm).

Pelaksana tugas Camat Badau Edi Suharta di Putussibau ibu kota Kabupaten Kapuas Hulu mengatakan bahwa banjir tersebut terjadi pada Ahad (18/4).

“Banjir terjadi dini Ahad (18/4/2021) dini hari. Ada beberapa rumah terendam banjir dan ruas jalan juga terendam, namun air saat ini berangsur surut,” ujar Edi Suharta, sebagaimana dilansir dari Antara, Minggu (18/4/2021).

Berdasarkan laporan Suharta dirinya sudah meninjau langsung kondisi banjir. Disampaikannya, banjir disebabkan meluapnya sungai di sekitar permukiman warga.

Menurut penjelasan Edi Suharta, luapan sungai itu terjadi akibat curah hujan cukup tinggi. Selain itu akibat terjadinya pendangkalan Sungai Bunut yang ada di Badau karena tumpukan sampah.

Tak sekedar meninjau, dirinya pun sudah melaporkan perihal bencana ini ke BPBD Kapuas Hulu. “Saya sudah meninjau langsung lokasi banjir dan sudah kami laporkan kepada BPBD Kapuas Hulu,” ujarnya.

Beberapa rumah warga di Badau terendam banjir

Menurut Suharta, ada beberapa rumah warga terendam seperti di Desa Badau dan Desa Janting.

Meski begitu, warga masih bertahan di rumahnya masing-masing, karena kondisi debit air berangsur surut. “Pengalaman banjir sebelumnya, banjir itu hanya terjadi beberapa hari saja kalau tidak ada hujan susulan lagi beberapa hari ke depannya,” jelasnya.

Selain itu, ruas jalan negara penghubung antara Desa Janting dan Desa Kurak juga terendam. Hal ini cukup menjadi perhatian. Pasalnya, ruas jalan tersebut menjadi akses yang menghubungkan enam desa lainnya ke Rumah Sakit Bergerak Badau.

Keterangan BPBD Kapuas Hulu

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kapuas Hulu Gunawan juga telah memeberikan keterangan terkait benca banjir di Badau ini. Gunawan mengatakan, dari laporan pihak kecamatan, banjir di Kecamatan Badau memang merendam beberapa rumah warga dan fasilitas umum lainnya, tetapi kondisi air sudah berangsur surut.

Gunawan lantas menjelaskan, bahwa di Kecamatan Badau ada empat desa yang rawan banjir. Keempat desa tersebut yaitu Desa Sebindang, Badau, Janting dan Pulau Majang. “Untuk saat ini banjir melanda Desa Sebindang, Badau dan Janting, akibatnya beberapa rumah terendam,” kata Gunawan.

Menurutnya, BPBD Kapuas Hulu akan terus monitor perkembangan banjir dan akan meninjau lokasi banjir tersebut. Dia pun mengimbau kepada masyarakat terdampak banjir agar selalu waspada terhadap bencana alam khususnya banjir.

Menurutnya, apabila air terus naik, dia menyarankan warga untuk menyelamatkan diri dan berkoordinasi dengan pihak terkait.

“Apabila air semakin naik dan merendam pemukiman warga, segera menyelamatkan diri dan koordinasi baik dengan kecamatan mau pun ke Pemkab Kapuas Hulu, yang jelas kami akan selalu monitor perkembangan,” pungkasnya. (*) [HeloBorneo.com]

 

Bagi artikel ini
  • 12
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    12
    Shares