28 November, 2022

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Peningkatan Nilai IPM, Wagub Kalbar Ria Norsan: Prioritas Pembangunan Tahun 2023

Peningkatan nilai IPM atau Indeks Pembangunan Manusia di Provinsi Kalbar menjadi fokus perhatian yang perlu mendapatkan dukungan semua pihak agar dapat mengejar ketertinggalan provinsi ini dari provinsi lainnya di Tanah Air.

________________________________________

peningkatan IPM, wagub kalbar ria norsan
Peningkatan nilai IPM atau Indeks Pembangunan Manusia di Provinsi Kalbar menjadi fokus perhatian yang perlu mendapatkan dukungan semua pihak agar dapat mengejar ketertinggalan provinsi ini dari provinsi lainnya di Tanah Air. | HeloBorneo.com — Wagub Kalbar, Ria Norsan. (Foto: Pemprov Kalbar)

 

LANDAK | Indikator Prosentase Penduduk Miskin di Kabupaten Landak dinilai lebih baik dengan persentase sebesar 10,99% dari tahun sebelumnya yang berada di kisaran 11,12%. Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H., saat menghadiri Musrenbang RKPD Kabupaten Landak Tahun 2023 di Aula Kantor Bupati Kabupaten Landak, Selasa (22/3/2022).

“Prosentase Penduduk Miskin di Kabupaten Landak sangat baik, yakni sebesar 10,99%, dibandingkan dengan angka kemiskinan Provinsi Kalimantan Barat sebesar 7,15%. Berbagai upaya pengentasan kemiskinan harus dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai pihak,” ungkap Wagub Kalbar.

Adapun capaian keberhasilan menekan angka kemiskinan tidak lepas dari kerjasama berbagai pihak. Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) harus terus mensinergikan berbagai program penanggulangan kemiskinan yang tidak hanya dilakukan oleh pemerintah daerah, namun juga dilakukan berbagai lembaga non profit.

“Perusahaan berpartisipasi melalui program CSR dan Kelompok Organisasi Masyarakat. Kemudian, perbaikan data penduduk miskin by name by address harus dilakukan agar bantuan yang diberikan oleh pemerintah tepat sasaran dengan menyasar kelompok-kelompok rumah tangga yang memang harus menerima bantuan tersebut,” jelas H. Ria Norsan.

Sedangkan untuk Indikator Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Landak menunjukkan nilai yang cukup baik.

“Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Landak tumbuh 4,89% jika dibandingkan dengan kondisi tahun sebelumnya yang terkontraksi sebesar -0,67% akibat Pademi COVID-19. Kemudian, Tingkat Pengganguran Terbuka (TPT) Kabupaten Landak menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Di tahun 2021, TPT Kabupaten Landak menunjukkan angka sebesar 3,22%, menurun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 3,38%, dan lebih baik dari TPT Provinsi yang sebesar 5,28%,” papar Wagub Kalbar.

 

Berlanjut di halaman berikutnya…

Bagi artikel ini