Tue. Jul 14th, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Pengusaha Hotel dan Restoran Kalbar Harap Usaha Segera Kembali Berjalan

2 min read
pengusaha hotel dan restoran Kalbar
HeloBorneo.com – Ilustrasi. (Foto: Hotel Santika Pontianak)

PONTIANAK | Pengusaha Hotel dan Restoran Kalbar berharap agar roda usaha dan perekonomian dapat kembali berputar pasca Idul Fitri.

Harapan itu disampaikan kepada pemerintah daerah (pemda) oleh Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar). Berputarnya perekonomian dengan mengizinkan hotel dan restoran kembali beroperasi setelah lebaran.

Demikian harapan tersebut disampaikan oleh Ketua PHRI Provinsi Kalbar Yuliardi Qamal.

“Sejak ada wabah covid-19 ini jasa industri perhotelan dan restoran di mana pun termasuk Kalbar sangat terpukul. Nah, kami harap habis lebaran ini aktivitas jasa perhotelan dan restoran kembali normal atau diperbolehkan,” ujar Yuliardi, dilansir dari Antara, Selasa (26/5/2020).

Pengusaha Hotel dan Restoran Kalbar: Usaha Sudah Berhenti Lama

Yuliardi menjelaskan bahwa selama ini bahkan sejumlah pengusaha hotel dan restoran Kalbar telah menghentikan operasional usaha mereka sejak lama. Baik berupa pelayanan jasa kamar maupun restoran, semuanya berhenti sejak pandemi menjalar. Penutupan itu terkait berkurangnya jumlah tamu, juga akibat adanya kebijakan pemerintah yang membatasi.

“Prinsipnya kami mendukung upaya pemerintah dalam pemutusan rantai wabah COVID-19. Namun, ketika Ramadhan kami tidak boleh membuka restoran. Dengan demikian tidak ada pemasukan dari hotel kami,” lanjutnya.

Siap Terapkan Protokol Kesehatan

pengusaha hotel dan restoran Kalbar
HeloBorneo.com – Ketua PHRI Kalbar, Yuliardi Qamal (Foto: ANTARA/Dedi)

Untuk ke depan, Yuliardi menjelaskan bahwa para pengusaha hotel dan restoran Kalbar siap menerapkan protokol kesehatan dengan maksimal dan ketat. Hal itu sebagai jaminan jika pemerintah daerah telah memperbolehkan kembali untuk beroperasi secara normal.

“Kita dibolehkan untuk buka dan siap untuk menerapkan protokol kesehatan. Sehingga bisnis perhotelan dan lainnya bisa berjalan,” kata dia.

Roda Ekonomi Masyarakat  

Menurutnya dengan kembali buka atau normalnya aktivitas hotel maka akan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat. Karyawan yang dirumahkan akan kembali bekerja. Kemudian bahan baku dari petani untuk restoran dan lainnya membuka pasar secara luas sehingga produk dari petani terserap.

“Bisnis perhotelan ini lengkap, kita bukan hanya mendatangkan tamu atau melayaninya saja namun di belakang itu banyak terlibat. Kita menyerap tenaga kerja, membeli produk hasil pertanian dan lainnya untuk kebutuhan hotel. Dengan begitu ekonomi masyarakat dan daerah tumbuh. Kalau di Kota Pontianak, sektor perhotelan dan restoran penyumbang pendapatan asli daerah atau PAD yang besar,” pungkasnya. (*) [HeloBorneo.com]

Suka artikel ini? Silakan bagikan melalui media sosial anda: