18 September, 2021

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Karolin Margret Natasa Dorong Sinergi Semua Pihak Tangani Penambangan Emas Ilegal di Landak

Bupati Landak mendorong sinergi semua pihak dalam menangani masalah penambangan emas ilegal di kabupaten tersebut.


penambangan emas ilegal
HeloBorneo.com – Bupati Landak, dr. Karolin Margret Natasa (Foto: Istimewa/Antara)

 

NGABANG | Pemerintah Kabupaten Landak Kalimantan Barat berharap semua pihak dapat bersinergi dalam menangani penambangan emas ilegal, atau istilahnya penambangan emas tanpa izin (PETI) yang berlangsung di kabupaten yang terletak di Provinsi Kalbar itu.

“Penanganan PETI perlu kerja sama lintas sektor untuk melakukan penertiban dan pembinaan di masyarakat. Untuk itu, saya harap Forkopimcam setempat untuk segera melakukan koordinasi dan berbagai upaya pembinaan di masyarakat. Karena persoalan PETI ini memerlukan kerja sama misalnya penyuluhan dilaksanakan maka penegakan hukum juga demikian supaya saling melengkapi,” kata Bupati Landak Karolin Margret Natasa di Ngabang, Kamis (4/2/2021).

Karolin menjelaskan, apabila penanganan hal ini tidak seimbang maka dipastikan tidak akan memberikan efek jera bagi pelaku, apalagi aktivitas tersebut kerap merugikan warga sekitar dan pemerintah.

Penanganan penambangan emas ilegal melalui penyuluhan dan penegakan hukum

Karolin Margret Natasa menyatakan, pemkab menginginkan masalah itu ditangani secara seimbang antara penyuluhan dan penegakan hukum karena penyuluhan tanpa sanksi dipastikan hal ini akan terus terulang. Bahkan tak sedikit aktivitas PETI yang merusak fasilitas umum yang dibangun pemerintah beberapa di antaranya bangunan rabat beton, embung, jembatan, dan lainnya yang rusak.

“Akibat mereka yang melaksanakan PETI di area bangunan tersebut yang akhirnya merugikan warga setempat dan pemerintah,” tuturnya.

Pihak Polres Landak akan berkoordinasi

Sementara itu, Kapolres Landak AKBP Ade Kuncoro Ridwan saat memberikan arahan mengatakan akan selalu berkoordinasi dalam penanganan PETI di Kabupaten Landak, namun dalam penanganan hal ini pihaknya memfokuskan pada pemilik modal.

“Dalam menangani PETI ini, nantinya kami akan fokus pada pemilik modal. Karena jika tidak ada yang mendanai penambangan, pasti warga sekitar juga tidak akan bekerja disana. Nah, bila hal ini dilakukan maka dipastikan aktivitas PETI akan terhenti dengan sendirinya,” kata Ade.

Dirinya juga dengan tegas meminta para Kapolsek untuk aktif dalam penanganan hal ini dengan bekerja sama dengan pihak pemerintah dalam hal ini pihak kecamatan.

“Nanti jika para camat akan melakukan kegiatan terkait hal ini, saya harap para Kapolsek untuk siap turun. Dan ini perintah saya,” kata dia. (sumber: Antara) (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 6
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    6
    Shares